Operasional delapan bandara di Indonesia mengalami perpanjangan penutupan imbas sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Minggu (6/9) pagi. Langkah mitigasi penerbangan ini diterapkan dengan durasi penutupan yang berbeda-beda di setiap lokasi.
Direktur Meteorologi Penerbangan BMKG Achadi Subarkah Raharjo menyampaikan pembaruan status penutupan bandara di sekitar kawasan terdampak hingga pukul 18.35 WIB. Mayoritas bandara menghentikan aktivitas penerbangan hingga Minggu tengah malam, sementara dua bandara lainnya ditutup hingga Senin (7/9) pagi.
Imigrasi Tangkap 55 WN China di BSD Terkait Izin Tinggal

Berikut rincian jadwal penutupan operasional delapan bandara yang terdampak abu vulkanik:
- Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK): ditutup pukul 02.08 hingga 23.59 WIB.
- Bandara Halim Perdanakusuma (HLP): ditutup pukul 07.20 hingga 23.59 WIB.
- Bandara Radin Inten II Lampung (TKG): ditutup pukul 04.18 hingga 23.59 WIB.
- Bandara Pondok Cabe (PCB): ditutup pukul 10.05 hingga 23.59 WIB.
- Bandara Taufik Kiemas (TFY): ditutup pukul 11.30 hingga 23.59 WIB.
- Bandara Atung Bungsu (PXA): ditutup pukul 13.34 hingga 17.00 WIB.
- Bandara Husein Sastranegara (BDO): ditutup pukul 12.07 WIB hingga 7 September 2026 pukul 06.00 WIB.
- Bandara Budiarto Curug (RTO): ditutup pukul 06.48 WIB hingga 7 September 2026 pukul 06.59 WIB.
Penyiapan Bandara Alternatif
Untuk mengantisipasi gangguan penerbangan dan pengalihan rute maskapai yang terdampak, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyiapkan tiga bandara alternatif sebagai lokasi pendaratan.
Garuda Indonesia Batalkan Semua Rute Penerbangan Jakarta sampai Besok

Ketiga fasilitas pendaratan alternatif tersebut mencakup Bandara Kertajati di Majalengka (Jawa Barat), Bandara Ahmad Yani di Semarang (Jawa Tengah), serta Bandar Udara Internasional Juanda di Surabaya (Jawa Timur). Pengalihan ini disiapkan guna menjaga keselamatan penerbangan selama ruang udara terdampak abu vulkanik.






