Peristiwa bencana alam dahsyat pernah melanda Kepulauan Banda pada masa lalu, meninggalkan jejak sejarah mengenai kekuatan alam yang sangat luar biasa. Kejadian bersejarah ini memicu berbagai pertanyaan di kalangan masyarakat dan ilmuwan mengenai bagaimana bencana tersebut bisa terjadi serta apa dampaknya bagi wilayah pesisir di sekitarnya. Berikut adalah rangkuman tanya jawab untuk memahami peristiwa gempa dan tsunami megathrust di kawasan tersebut.
Apa yang sebenarnya terjadi di kawasan Laut Banda pada tanggal 1 Agustus 1629? Pada tanggal tersebut, atau tepatnya 397 tahun yang lalu, wilayah Laut Banda diguncang oleh gempa bumi megathrust yang sangat kuat dengan magnitudo 8,3. Guncangan gempa bumi besar ini memicu gelombang tsunami setinggi 15,3 meter yang langsung menghantam kawasan pesisir Banda. Salah satu fakta yang paling mengejutkan dari peristiwa ini adalah laporan dari para nelayan setempat. Saat kejadian berlangsung, para nelayan yang sedang memancing di laut lepas sama sekali tidak melaporkan adanya tanda-tanda air laut yang tidak biasa. Mereka tidak menyadari datangnya bencana. Namun, ketika para nelayan ini hendak menepi untuk kembali ke daratan, mereka mendapati pesisir Banda telah berubah menjadi lokasi bencana yang hancur lebur setelah diterjang gelombang raksasa tersebut.
Bagaimana dampak kerusakan akibat terjangan tsunami tahun 1629 di Banda Naira? Dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh gelombang laut ini sangat parah. Berdasarkan catatan seorang peneliti bernama Wichmann dalam risetnya pada tahun 1901, gelombang tsunami bergerak cepat ke arah barat dan menghantam Benteng Nassau yang berlokasi di Banda Naira, serta menyapu sejumlah desa pesisir. Terjangan air laut menghancurkan rumah-rumah warga di sepanjang pantai dan mencerabut pepohonan dari tanah. Benteng Nassau yang awalnya berdiri kokoh nyaris tidak terlihat lagi karena terendam oleh air. Tidak hanya itu, pemecah gelombang yang sengaja dibangun dari susunan batu juga ikut luluh lantak diterjang tsunami. Kekuatan gelombang tersebut bahkan mampu masuk ke dalam area benteng dan menyeret sebuah bongkahan besi seberat 1.558 kilogram sejauh 11,3 meter.
Bukan Iran! Wilayah Arab Jadi Titik Tempur Baru, Dunia Ikut Terancam

Apa penyebab utama dari gempa bumi megathrust tahun 1629 tersebut? Penyebab pasti dari bencana besar ini baru berhasil direkonstruksi berabad-abad kemudian oleh dua ilmuwan, yaitu Zac Yung-Chun Liu dan Ron A. Harris. Melalui sebuah riset yang dipublikasikan pada tahun 2013, mereka menyimpulkan bahwa gempa megathrust ini dipicu oleh tumbukan antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Tumbukan kedua lempeng tektonik tersebut terjadi di zona subduksi Banda, tepatnya di sebelah selatan Pulau Seram. Para peneliti dari Brigham Young University ini juga memperkirakan bahwa gempa susulan pasca-gempa utama masih terus berlangsung selama sembilan tahun lamanya.
Apakah guncangan gempa megathrust ini juga dirasakan di wilayah lain di luar Kepulauan Banda? Guncangan gempa bumi bermagnitudo 8,3 tersebut dirasakan cukup kuat hingga ke wilayah Ambon, yang berjarak sekitar 230 kilometer dari pusat gempa. Meskipun guncangannya terasa sangat jelas, tidak ada catatan mengenai terjadinya tsunami di wilayah Ambon pada saat itu. Akan tetapi, sejarah mencatat bahwa 50 tahun setelah peristiwa gempa dan tsunami Banda tahun 1629, wilayah Ambon akhirnya dilanda oleh bencana tsunami besar yang menewaskan sedikitnya 2.000 orang.
Detik-Detik Helikopter TV Jatuh saat Siaran, Jurnalis Tewas

Bagaimana potensi ancaman gempa dan tsunami akibat aktivitas tektonik di Laut Banda pada masa depan? Kawasan Laut Banda memiliki karakteristik geologis yang sangat rawan, salah satunya karena keberadaan Palung Weber yang mencapai kedalaman sekitar 7.400 meter. Berdasarkan sebuah riset yang diterbitkan pada tahun 2016, aktivitas tektonik di Laut Banda dinilai masih menyimpan potensi bahaya yang besar. Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa aktivitas tektonik di wilayah ini dapat memicu gelombang tsunami dengan ketinggian sekitar 7,7 meter. Jika potensi bencana ini benar-benar terjadi, wilayah bagian timur Pulau Seram diperkirakan akan menjadi daerah pertama yang terdampak oleh terjangan gelombang tsunami tersebut.






