berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Berita Nasional

Tsunami Megathrust 15 Meter di Laut Banda yang Luput dari Perhatian Nelayan

Fitri KaraengDiterbitkan 2 Agu 2026 - 20.03 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Tsunami Megathrust 15 Meter di Laut Banda yang Luput dari Perhatian Nelayan
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Peristiwa bencana alam dahsyat pernah melanda Kepulauan Banda pada masa lalu, meninggalkan jejak sejarah mengenai kekuatan alam yang sangat luar biasa. Kejadian bersejarah ini memicu berbagai pertanyaan di kalangan masyarakat dan ilmuwan mengenai bagaimana bencana tersebut bisa terjadi serta apa dampaknya bagi wilayah pesisir di sekitarnya. Berikut adalah rangkuman tanya jawab untuk memahami peristiwa gempa dan tsunami megathrust di kawasan tersebut.

Apa yang sebenarnya terjadi di kawasan Laut Banda pada tanggal 1 Agustus 1629? Pada tanggal tersebut, atau tepatnya 397 tahun yang lalu, wilayah Laut Banda diguncang oleh gempa bumi megathrust yang sangat kuat dengan magnitudo 8,3. Guncangan gempa bumi besar ini memicu gelombang tsunami setinggi 15,3 meter yang langsung menghantam kawasan pesisir Banda. Salah satu fakta yang paling mengejutkan dari peristiwa ini adalah laporan dari para nelayan setempat. Saat kejadian berlangsung, para nelayan yang sedang memancing di laut lepas sama sekali tidak melaporkan adanya tanda-tanda air laut yang tidak biasa. Mereka tidak menyadari datangnya bencana. Namun, ketika para nelayan ini hendak menepi untuk kembali ke daratan, mereka mendapati pesisir Banda telah berubah menjadi lokasi bencana yang hancur lebur setelah diterjang gelombang raksasa tersebut.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Bagaimana dampak kerusakan akibat terjangan tsunami tahun 1629 di Banda Naira? Dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh gelombang laut ini sangat parah. Berdasarkan catatan seorang peneliti bernama Wichmann dalam risetnya pada tahun 1901, gelombang tsunami bergerak cepat ke arah barat dan menghantam Benteng Nassau yang berlokasi di Banda Naira, serta menyapu sejumlah desa pesisir. Terjangan air laut menghancurkan rumah-rumah warga di sepanjang pantai dan mencerabut pepohonan dari tanah. Benteng Nassau yang awalnya berdiri kokoh nyaris tidak terlihat lagi karena terendam oleh air. Tidak hanya itu, pemecah gelombang yang sengaja dibangun dari susunan batu juga ikut luluh lantak diterjang tsunami. Kekuatan gelombang tersebut bahkan mampu masuk ke dalam area benteng dan menyeret sebuah bongkahan besi seberat 1.558 kilogram sejauh 11,3 meter.

Baca Juga

Cara Memahami Arah Kebijakan Pemerintah agar Tidak Salah Informasi

Cara Memahami Arah Kebijakan Pemerintah agar Tidak Salah Informasi

Apa penyebab utama dari gempa bumi megathrust tahun 1629 tersebut? Penyebab pasti dari bencana besar ini baru berhasil direkonstruksi berabad-abad kemudian oleh dua ilmuwan, yaitu Zac Yung-Chun Liu dan Ron A. Harris. Melalui sebuah riset yang dipublikasikan pada tahun 2013, mereka menyimpulkan bahwa gempa megathrust ini dipicu oleh tumbukan antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Tumbukan kedua lempeng tektonik tersebut terjadi di zona subduksi Banda, tepatnya di sebelah selatan Pulau Seram. Para peneliti dari Brigham Young University ini juga memperkirakan bahwa gempa susulan pasca-gempa utama masih terus berlangsung selama sembilan tahun lamanya.

Apakah guncangan gempa megathrust ini juga dirasakan di wilayah lain di luar Kepulauan Banda? Guncangan gempa bumi bermagnitudo 8,3 tersebut dirasakan cukup kuat hingga ke wilayah Ambon, yang berjarak sekitar 230 kilometer dari pusat gempa. Meskipun guncangannya terasa sangat jelas, tidak ada catatan mengenai terjadinya tsunami di wilayah Ambon pada saat itu. Akan tetapi, sejarah mencatat bahwa 50 tahun setelah peristiwa gempa dan tsunami Banda tahun 1629, wilayah Ambon akhirnya dilanda oleh bencana tsunami besar yang menewaskan sedikitnya 2.000 orang.

Baca Juga

Penyusutan Sungai Danube Munculkan Kapal Perang Nazi dan Picu Krisis Energi

Penyusutan Sungai Danube Munculkan Kapal Perang Nazi dan Picu Krisis Energi

Bagaimana potensi ancaman gempa dan tsunami akibat aktivitas tektonik di Laut Banda pada masa depan? Kawasan Laut Banda memiliki karakteristik geologis yang sangat rawan, salah satunya karena keberadaan Palung Weber yang mencapai kedalaman sekitar 7.400 meter. Berdasarkan sebuah riset yang diterbitkan pada tahun 2016, aktivitas tektonik di Laut Banda dinilai masih menyimpan potensi bahaya yang besar. Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa aktivitas tektonik di wilayah ini dapat memicu gelombang tsunami dengan ketinggian sekitar 7,7 meter. Jika potensi bencana ini benar-benar terjadi, wilayah bagian timur Pulau Seram diperkirakan akan menjadi daerah pertama yang terdampak oleh terjangan gelombang tsunami tersebut.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Mitigasi BencanaTsunami BandaGempa MegathrustSejarah GempaLaut Banda

Berita Terbaru Lainnya

Panduan Beraktivitas di Hotel Pullman dan Mal Central Park PascakebakaranPolisi Minta Publik Tak Berspekulasi soal Pagar Mal, Keamanan Jakarta Dipastikan KondusifPengakuan Pengemudi soal Mesin Mobil Usai Isi B50 di SPBUBagaimana Proses Penyelamatan Korban Ledakan Tambang Batu Bara di Balochistan BerlangsungMengenal Terowongan Chongtai, Proyek Kereta Cepat Bawah Air Tercepat di DuniaRencana PHK Global BP, Penyederhanaan Organisasi dan Fokus Bisnis MigasProyek Peremajaan Pipa Bawah Laut PHE ONWJ dan Dampaknya terhadap Produksi MigasCara Memahami Arah Kebijakan Pemerintah agar Tidak Salah Informasi

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

Nasional

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

2 Agu 2026

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  4. 4Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di MonasNasional 路 2 Agu 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap