berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Nasional

Tren Baru di Korea Selatan, Ribuan Bayi Mulai Memiliki Rekening Investasi Saham

Yolanda RumbayanDiterbitkan 7 Agu 2026 - 23.16 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Tren Baru di Korea Selatan, Ribuan Bayi Mulai Memiliki Rekening Investasi Saham
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Mirae Asset Securities, perusahaan sekuritas terbesar di Korea Selatan berdasarkan kapitalisasi pasar, mencatat lonjakan jumlah rekening sekuritas untuk anak di bawah usia satu tahun yang mencapai sekitar 15.000 rekening hingga bulan Juni. Jumlah ini menunjukkan peningkatan luar biasa hingga hampir tiga kali lipat jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Fenomena orang tua yang berbondong-bondong membuka rekening investasi untuk bayi mereka kini tengah merebak luas di Korea Selatan, mengubah cara keluarga muda mempersiapkan masa depan finansial anak-anak mereka sejak dini.

Tidak hanya menyasar bayi yang baru lahir, tren ini juga terlihat pada kelompok anak-anak dengan usia yang sedikit lebih tua. Di perusahaan sekuritas yang sama, jumlah rekening baru untuk anak-anak di bawah usia sembilan tahun mengalami kenaikan yang sangat pesat hingga hampir 60 persen. Dengan lonjakan tersebut, total kepemilikan rekening investasi untuk kelompok usia di bawah sembilan tahun kini menyentuh angka kisaran 185.000 rekening. Kenaikan drastis ini tidak lepas dari kebijakan otoritas keuangan Korea Selatan yang sejak tahun 2023 mulai memberikan kemudahan bagi para orang tua untuk membuka rekening investasi bagi anak mereka secara jarak jauh melalui ponsel pintar.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur

Kemudahan akses ini dimanfaatkan secara maksimal oleh para orang tua, salah satunya adalah Lee Jun-hyeok. Ia memutuskan untuk langsung membukakan rekening investasi khusus untuk anaknya sesaat setelah sang buah hati lahir ke dunia. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan hadiah berupa waktu serta memanfaatkan kekuatan bunga majemuk selama masa pertumbuhan anak tersebut. Untuk mengisi portofolio investasi sang anak, Lee Jun-hyeok secara konsisten menaruh dana pada sektor industri semikonduktor di Korea Selatan serta membeli saham-saham di pasar Amerika Serikat yang berkaitan erat dengan pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI.

Baca Juga

Febrie Adriansyah Kembali ke Rutan KPK Usai Diperiksa Tujuh Jam di Kejaksaan Agung

Febrie Adriansyah Kembali ke Rutan KPK Usai Diperiksa Tujuh Jam di Kejaksaan Agung

Langkah serupa juga diambil oleh keluarga Lee Hye-won yang secara rutin menyisihkan sebagian pendapatan mereka demi masa depan anak. Setiap bulannya, keluarga ini menginvestasikan dana sekitar 300.000 hingga 400.000 won, atau jika dikonversikan ke dalam mata uang rupiah adalah berkisar antara Rp3,9 juta hingga Rp5,2 juta. Dana bulanan tersebut sebagian besar dialokasikan untuk membeli Exchange Traded Fund (ETF) asal Amerika Serikat yang melacak pergerakan indeks saham S&P 500. Pilihan investasi ini dinilai stabil dan cocok untuk jangka panjang seiring pertumbuhan anak mereka.

Di samping faktor kepraktisan teknologi, sistem perpajakan di Korea Selatan juga menjadi pendorong utama mengapa para orang tua lebih memilih menginvestasikan uang mereka ke pasar saham daripada ke aset lain seperti properti. Korea Selatan memberlakukan pajak progresif yang sangat tinggi bagi keuntungan modal dari sektor properti. Untuk properti yang dimiliki minimal selama dua tahun saja, tarif pajak progresifnya bisa mencapai 45 persen. Nilai pajak ini bahkan dapat melonjak drastis hingga mencapai 70 persen apabila properti tersebut dijual kembali dalam kurun waktu kepemilikan kurang dari dua tahun.

Baca Juga

BGN Siapkan CCTV Terintegrasi untuk Awasi Dapur Makan Bergizi Gratis

BGN Siapkan CCTV Terintegrasi untuk Awasi Dapur Makan Bergizi Gratis

Kondisi perpajakan properti yang ketat ini berbanding terbalik dengan aturan di pasar modal. Sebagian besar investor ritel di Korea Selatan tidak akan dikenakan pajak atas keuntungan modal ketika mereka menjual saham-saham yang tercatat di bursa domestik, terkecuali jika investor tersebut dikategorikan sebagai pemegang saham utama. Selain itu, regulasi perpajakan setempat juga memberikan peluang bagi orang tua untuk menghibahkan dana kepada anak di bawah umur tanpa dikenakan pajak sama sekali, dengan batas maksimal mencapai 20 juta won atau sekitar Rp360 juta untuk setiap periode 10 tahun. Hal ini membuat investasi saham atas nama anak menjadi pilihan yang sangat efisien secara finansial.

Melihat antusiasme pasar yang begitu besar, industri jasa keuangan di Korea Selatan pun berlomba-lomba meluncurkan program menarik. Salah satu langkah agresif diambil oleh KakaoPay Securities yang berencana memberikan hadiah cuma-cuma berupa saham senilai 100.000 won, atau berkisar Rp1,8 juta, kepada setiap bayi yang lahir pada tahun depan. Langkah-langkah korporasi dan regulasi yang mendukung ini terus dipantau oleh para ahli ekonomi, seperti Profesor Ekonomi DePaul University Jae-joon Woo serta Ekonom Senior Nomura untuk Korea Selatan Jeong-woo Park, yang melihat fenomena ini sebagai pergeseran penting dalam lanskap perencanaan keuangan keluarga di negara tersebut.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Pasar SahamKorea SelatanPerencanaan KeuanganInvestasi Anak

Berita Terbaru Lainnya

Febrie Adriansyah Kembali ke Rutan KPK Usai Diperiksa Tujuh Jam di Kejaksaan AgungDPRD DKI Jakarta Bakal Sidak Acak Ratusan Vendor Pengelola SampahBGN Siapkan CCTV Terintegrasi untuk Awasi Dapur Makan Bergizi GratisBGN Integrasikan CCTV Dapur Makan Bergizi Gratis ke Kantor Pusat untuk Cegah KeracunanFestival Seni Colour of Indonesia Ajak Anak Wujudkan MimpiPerkembangan IHSG dan Rupiah di Tengah Tuduhan Diplomasi Teater Iran Terhadap TrumpStrategi Industri Alat Diagnostik Menghadapi Tantangan Ekonomi GlobalCelana Pink Cocok dengan Baju Warna Apa? Ini 10 Inspirasinya

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

Nasional

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  4. 4Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di KonserNasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap