Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky resmi menangguhkan Jaksa Agung Ruslan Kravchenko dari jabatannya menyusul pelarian sang pejabat tinggi ke luar negeri. Langkah tegas ini diambil hanya beberapa jam setelah Kravchenko dilaporkan melintasi perbatasan negara pada malam hari di tengah pusaran penyelidikan kasus korupsi skala besar yang melibatkan kantornya.
Zelensky menandatangani dekrit penangguhan tersebut pada Senin malam dan langsung meminta parlemen untuk segera meresmikan pemecatan Kravchenko. Komite parlemen terkait telah menyatakan dukungan terhadap permintaan presiden, dengan agenda pemungutan suara anggota parlemen yang dijadwalkan berlangsung pada hari Selasa.
Penyelidikan Sindikat Suap di Kejaksaan Agung
Kasus yang mengguncang penegak hukum Ukraina ini mencuat ke publik setelah Biro Antikorupsi Nasional (NABU) dan Kantor Kejaksaan Antikorupsi Khusus (SAPO) membongkar dugaan jaringan kejahatan di lingkungan Kantor Kejaksaan Agung. Berdasarkan temuan penyidik, sindikat tersebut diduga rutin menerima uang suap dari pusat panggilan penipuan demi mengabaikan operasi ilegal sekaligus membantu pencucian jutaan uang hasil kejahatan.
Trump Kian Kalap "Gunduli" Ekonomi Iran, China Siap Jadi Juru Selamat?

Kravchenko sebelumnya telah melayangkan surat pengunduran diri pada 7 September lalu. Dalam rangkaian penyelidikan, petugas telah menggeledah ruang kerja Kravchenko. NABU juga merilis bukti rekaman suara yang menyebut sosok "bos" dengan nama patronimik serta riwayat jabatan mantan kepala Layanan Pajak Negara yang identik dengan profil Kravchenko. Kendati demikian, hingga kini Kravchenko belum berstatus tersangka maupun didakwa secara hukum, dan ia secara konsisten membantah keterlibatannya.
Tuduhan Balik dan Sikap Lembaga Antikorupsi
Setelah meninggalkan Ukraina, Kravchenko merilis video pembelaan diri ke publik. Dalam pernyataan tersebut, ia mengeklaim telah menandatangani surat pemberitahuan kecurigaan yang menuduh Direktur NABU Semen Kryvonos memalsukan dokumen resmi untuk mendapatkan keuntungan ilegal.
Perang Saudara Menggila di Tanah Arab, 100.000 Warga Mengungsi

Tuduhan tersebut langsung dibantah oleh Kryvonos, yang menegaskan kepada awak media bahwa dirinya tidak pernah melihat maupun menerima surat pemberitahuan resmi yang dimaksud. Pada saat yang sama, NABU dan SAPO mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam manuver Kravchenko, menilainya sebagai bentuk serangan sistematis yang ditujukan untuk melemahkan integritas lembaga antikorupsi independen.






