Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) PTPN VIII mulai mengurangi ketergantungannya terhadap bisnis perusahaan induk dengan memperluas lini usaha ke sejumlah sektor baru. Koperasi sekunder yang menaungi 43 koperasi primer ini mengambil langkah diversifikasi usaha mulai dari sektor distribusi teh dan agrowisata hingga penyediaan layanan jasa seperti laundry coin dan barbershop.
PTPN VIII sendiri saat ini telah menjadi bagian dari PTPN I Regional II. Selama ini, operasional Puskopkar masih banyak bertumpu pada ekosistem perkebunan milik induk perusahaan tersebut, termasuk dalam penyediaan jasa angkutan produksi.
Penguatan Distribusi Teh dan Sektor Jasa
Dalam aktivitas bisnis yang terkait langsung dengan ekosistem PTPN, Puskopkar menjalankan jasa angkutan produksi yang mencakup pengangkutan pucuk teh dari kebun menuju pabrik pengolahan hingga pendistribusian produk teh jadi kepada pembeli.
Selain sektor transportasi produksi, Puskopkar bertindak sebagai distributor untuk sejumlah produk teh PTPN, antara lain merek Walini, Goalpara, dan Gunung Mas. Koperasi kini memperluas jangkauan pasar penjualan teh tersebut ke segmen hotel, restoran, dan kafe (Horeka). Di luar komoditas teh, koperasi juga merambah unit usaha jasa konsumen berupa barbershop serta laundry coin.
BCA Expo Jabodetabek 2026 Mulai, Tawarkan Bunga KPR, KKB & KSM Spesial

Agrowisata dan Optimalisasi Aset di Ciwaruga
Ekspansi bisnis Puskopkar juga menyasar sektor pariwisata melalui pengembangan kawasan agrowisata di Ciwalini. Di samping itu, koperasi tengah menyiapkan proyek optimalisasi aset strategis lain di kawasan Ciwaruga, Kabupaten Bandung Barat.
Sekretaris Puskopkar PTPN VIII Dina Novelia Hidayat menjelaskan bahwa kawasan Ciwaruga direncanakan untuk dikembangkan ke berbagai kegiatan usaha baru, termasuk penyediaan fasilitas akomodasi atau penginapan berkonsep cottage. Aset tersebut juga diproyeksikan menjadi kantor tetap Puskopkar sekaligus ruang pengembangan unit-unit usaha lanjutan.
Dukungan Permodalan LPDB Koperasi
Untuk membiayai berbagai program pengembangan usaha tersebut, Puskopkar mengandalkan kombinasi modal internal dan eksternal. Modal internal koperasi selama ini bersumber dari simpanan para anggota.
Pakar Jelaskan Potensi Ekonomi dan Lingkungan PLTP Gunung Ungaran

Sementara itu, untuk permodalan eksternal, Puskopkar telah memanfaatkan fasilitas pembiayaan dana bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi sejak 2021. Koperasi kini kembali mengajukan proposal pembiayaan ke LPDB Koperasi guna mendukung rencana ekspansi usaha dan optimalisasi aset di Ciwaruga.
Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto menyatakan bahwa perkembangan yang dicapai oleh Puskopkar PTPN VIII menunjukkan bahwa koperasi memiliki kemampuan untuk terus tumbuh, berinovasi, dan memperluas skala usahanya.






