Pengembangan energi baru terbarukan terus didorong guna menekan jejak karbon sekaligus menggerakkan perekonomian daerah. Terkait hal tersebut, akademisi Teknik Geologi Universitas Diponegoro (UNDIP), Yoga Aribowo, memaparkan bahwa rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Ungaran menyimpan potensi ganda, baik dari sisi pelestarian lingkungan maupun penguatan ekonomi masyarakat sekitar.
Yoga menilai peningkatan bauran pembangkit berbasis panas bumi memiliki dampak langsung terhadap perbaikan ekosistem. Menurutnya, kontribusi positif pemanfaatan panas bumi dapat dirasakan pada kualitas udara, air, hingga laut secara luas seiring rendahnya emisi gas buang yang dihasilkan dari proses operasional.
Emisi Rendah dan Keamanan Air Tanah
Dari aspek teknis lingkungan, pembangkit panas bumi beroperasi dengan tingkat emisi yang jauh lebih terkendali dibandingkan pembangkit berbahan bakar fosil. Yoga menjelaskan emisi karbon dioksida (CO2) dari PLTP diperkirakan berkisar 100 gram per kilowatt hour (kWh). Sementara itu, tingkat emisi hidrogen sulfida (H2S) tercatat berada di bawah 1 gram per kWh.
Hari Kelima Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak dan 3 Awak Kapal Masih Nihil

Ia juga meluruskan kekhawatiran terkait potensi gangguan terhadap pasokan air bersih warga. Operasional energi panas bumi memanfaatkan fluida berupa uap dan air panas dari reservoir yang berada di kedalaman ribuan meter di bawah permukaan bumi. Sistem ini terpisah dari lapisan air tanah dangkal yang umumnya dimanfaatkan masyarakat untuk sumur.
Selain tidak mengambil cadangan air permukaan warga, sistem pemanfaatan fluida panas bumi dirancang tertutup. Air yang telah digunakan untuk menggerakkan turbin dialirkan kembali ke lapisan batuan bawah permukaan melalui mekanisme reinjeksi. Pola sirkulasi ini bertujuan menjaga keberlanjutan daya dukung reservoir panas bumi dalam jangka panjang.
Dampak Ekonomi bagi Warga Sekitar
Di luar manfaat pengurangan emisi, kehadiran proyek PLTP Gunung Ungaran dinilai membuka peluang perputaran ekonomi baru di kawasan sekitarnya. Aktivitas proyek mampu menyerap tenaga kerja, baik secara langsung dalam operasional lapangan maupun secara tidak langsung melalui rantai pasok pendukung.
ASN Asal Rote Ndao Minta Pindah Usai Penembakan KKB, Ini Kata Bupati

Keberadaan pekerja dan mobilitas proyek turut merangsang pertumbuhan usaha mikro dan jasa di permukiman terdekat. Peluang usaha tersebut mencakup warung makan, toko kelontong, penyedia jasa transportasi lokal, hingga penyewaan tempat tinggal atau kos.
Yoga menambahkan, pengembangan potensi ekonomi warga tersebut juga dapat diperkuat secara terarah melalui pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sehingga manfaat proyek dapat terdistribusi secara berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar kaki Gunung Ungaran.






