PT Perkebunan Nusantara I atau yang lebih dikenal dengan identitas PTPN I-Persero terus memperkuat posisinya dan memastikan komitmennya sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara di sektor perkebunan. Komitmen perusahaan ini diwujudkan melalui dukungan nyata terhadap program ketahanan energi nasional yang sedang berjalan di Indonesia. Selain itu, langkah strategis ini juga ditujukan untuk mempercepat proses transisi energi nasional. Strategi utama yang diusung oleh perusahaan adalah melalui program hilirisasi di sektor perkebunan, secara khusus dengan mengubah komoditas perkebunan menjadi bioetanol. Hilirisasi sektor perkebunan menjadi bioetanol ini dipandang sebagai langkah krusial dalam menghadirkan energi baru dan terbarukan di tanah air.
Dalam pelaksanaan pengembangan bioetanol sebagai energi baru dan terbarukan tersebut, PT Perkebunan Nusantara I mendelegasikan tugas khusus ini kepada entitas di bawah naungannya. Pengembangan energi baru dan terbarukan di lingkungan PTPN I dilaksanakan secara langsung melalui anak usahanya, yakni PT Energi Agro Nusantara atau yang biasa dikenal dengan sebutan Enero. Anak usaha ini mengemban tanggung jawab penuh dalam mengelola dan menjalankan operasional pengolahan bahan baku dari hasil perkebunan. Kehadiran PT Energi Agro Nusantara menjadi bentuk nyata kesiapan perusahaan dalam menggarap sektor energi baru dan terbarukan secara lebih terarah.
Fokus utama dari kegiatan operasional PT Energi Agro Nusantara adalah mengolah tetes tebu atau yang juga sering disebut dengan istilah molase. Tetes tebu atau molase ini diproses lebih lanjut agar menjadi berbagai macam produk turunan yang bernilai tinggi. Salah satu produk bernilai tinggi yang dihasilkan dari tahapan pengolahan molase tersebut adalah fuel grade etanol. Produk fuel grade etanol ini nantinya akan dimanfaatkan secara khusus untuk kebutuhan campuran bahan bakar. Pemanfaatan ini sejalan dengan upaya perusahaan dalam menyediakan alternatif bahan bakar yang bersumber dari komoditas perkebunan tebu.
Krisis Minyak Dunia di Depan Mata, Ini Bukti-Bukti Barunya

Selain menghasilkan fuel grade etanol untuk keperluan campuran bahan bakar, proses pengolahan tetes tebu oleh PT Energi Agro Nusantara juga menghasilkan serangkaian produk penting lainnya. Tetes tebu tersebut turut dijadikan extra neutral alcohol melalui serangkaian proses pengolahan. Produk extra neutral alcohol ini memiliki peran yang sangat penting karena digunakan sebagai bahan baku utama untuk keperluan industri farmasi serta industri kosmetik. Tidak berhenti di situ saja, pengolahan molase oleh anak usaha PT Perkebunan Nusantara I ini juga ditujukan untuk pembuatan spiritus serta pembuatan pupuk hayati.
Pengembangan hilirisasi tebu menjadi bioetanol dan berbagai produk bernilai tinggi lainnya ini merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi pengembangan energi baru dan terbarukan. Strategi pengembangan energi baru dan terbarukan melalui hilirisasi tebu ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap arsitektur energi nasional. Salah satu tujuan utamanya adalah untuk mengurangi tingkat ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak atau BBM fosil. Dengan adanya produksi bioetanol dari dalam negeri, kebutuhan bahan bakar perlahan dapat didukung oleh sumber energi yang dikelola secara mandiri.
Diam-Diam Toyota Mau Bikin Mobil Listrik BEV Harga Terjangkau, Kapan?

Untuk memastikan keberhasilan strategi pengembangan energi baru dan terbarukan tersebut, PT Perkebunan Nusantara I telah menetapkan target produksi tahunan yang sangat jelas. PTPN menargetkan produksi bioetanol dapat mencapai angka 30 juta liter per tahun. Penetapan target produksi sebesar 30 juta liter per tahun ini menunjukkan skala operasi dari perusahaan. Lebih jauh lagi, perusahaan tidak hanya menargetkan pemenuhan pasar di dalam negeri, tetapi juga bersiap hingga bisa berekspansi untuk diekspor ke kawasan ASEAN. Ekspansi ekspor ke kawasan ASEAN ini akan memperluas jangkauan produk bioetanol dari Indonesia ke tingkat regional.
Penjelasan rinci mengenai strategi pengembangan bioetanol PTPN I ini disampaikan langsung oleh jajaran pimpinan tertinggi dari perusahaan perkebunan tersebut. Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara I, Abdul Rivai Ras, memaparkan seluruh rencana strategis tersebut secara terperinci dalam sebuah sesi dialog televisi. Dialog tersebut dipandu oleh presenter Andi Shalini dalam program Squawk Box yang ditayangkan di saluran CNBC Indonesia. Sesi wawancara yang membahas langkah hilirisasi perusahaan perkebunan ini berlangsung di Jakarta pada hari Senin, 27 Juli 2026.






