berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Nasional

Stok Rudal Jarak Jauh AS Terkuras Akibat Perang Melawan Iran

Sri NugrohoDiterbitkan 5 Agu 2026 - 11.59 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Stok Rudal Jarak Jauh AS Terkuras Akibat Perang Melawan Iran
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Konflik bersenjata yang berlangsung selama lima bulan terakhir melawan Iran dilaporkan telah menguras drastis persediaan rudal jarak jauh berpresisi tinggi milik Amerika Serikat. Situasi ini memicu kekhawatiran serius di kalangan pengamat militer mengenai kesiapan pertahanan Washington dalam menghadapi potensi konflik lain di masa depan. Angkatan Darat Amerika Serikat telah mengerahkan sebagian besar stok global rudal andalannya, memicu perdebatan mengenai ketahanan logistik militer negara adidaya tersebut di tengah ketegangan geopolitik global yang terus meningkat.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur

Saat meluncurkan perang terhadap Iran bersama Israel pada Februari lalu, Presiden Donald Trump memperkirakan bahwa pertempuran ini hanya akan berlangsung singkat. Donald Trump bahkan sempat menyatakan dengan percaya diri bahwa negaranya memiliki persediaan amunisi yang jauh lebih melimpah dibandingkan dengan negara mana pun di dunia, bahkan melebihi dari apa yang sebenarnya mereka butuhkan. Namun, kenyataan di lapangan setelah berbulan-bulan pertempuran menunjukkan kondisi yang sangat kontras dengan proyeksi awal tersebut.

Menurut laporan dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) pada Maret lalu, rudal-rudal berpresisi tinggi ini telah digunakan secara intensif untuk menghantam berbagai target di dalam wilayah Iran. Penggunaan yang masif ini berimbas langsung pada ketersediaan senjata pertahanan udara dan rudal taktis Amerika Serikat. Data CSIS menunjukkan bahwa sekitar 65 persen dari total stok pencegat rudal Patriot telah terpakai dalam rentang waktu antara Februari hingga Juli. Tidak hanya itu, jumlah pencegat rudal balistik THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) yang dimiliki Amerika Serikat juga diperkirakan menyusut setidaknya 38 persen jika dibandingkan dengan persediaan pada awal perang.

Baca Juga

Rencana Integrasi Dua JPO Viral di Jalan HR Rasuna Said

Rencana Integrasi Dua JPO Viral di Jalan HR Rasuna Said

Di sektor rudal jelajah, tingkat konsumsi senjata juga sangat tinggi. Salah satu sumber internal mengungkapkan bahwa militer Amerika Serikat telah menghabiskan sedikit kurang dari setengah dari seluruh stok global rudal jelajah Tomahawk sejak konflik ini pecah. Persoalan menjadi semakin rumit karena senjata yang paling banyak dikerahkan dalam pertempuran ini adalah Army Tactical Missile Systems (ATACMS) dan Precision Strike Missiles (PrSM). Dua dari tiga sumber yang mengetahui kondisi ini bahkan menyebutkan bahwa Pentagon telah menggunakan hampir seluruh persediaan dari kedua jenis rudal permukaan-ke-permukaan tersebut.

Sebagai informasi, ATACMS merupakan rudal yang diproduksi oleh Lockheed Martin. Rudal ini sebelumnya juga memainkan peran penting dalam perang Ukraina karena memberikan kemampuan bagi pasukan Ukraina untuk menyerang sasaran strategis di dalam wilayah Rusia. Di sisi lain, Angkatan Darat Amerika Serikat sebenarnya tengah berada dalam fase transisi persenjataan. Mereka berencana menghentikan penggunaan ATACMS secara bertahap dan mengalihkan fokus produksi ke PrSM, yang merupakan generasi rudal baru dengan jangkauan lebih jauh dan teknologi yang lebih canggih. Meskipun militer Amerika Serikat telah memesan PrSM dalam jumlah besar dari Lockheed Martin, pengiriman rudal-rudal baru tersebut baru dijadwalkan terealisasi pada tahun 2027.

Kondisi keterbatasan pasokan ini memicu pertanyaan mengenai kapasitas industri pertahanan Amerika Serikat. Perusahaan raksasa seperti Lockheed Martin, yang memproduksi ATACMS, PrSM, dan sistem THAAD, serta Raytheon selaku produsen rudal Tomahawk dan pencegat Patriot, kini menghadapi tekanan besar untuk memenuhi kebutuhan amunisi yang terus melonjak. Kesenjangan antara waktu produksi dan tingginya laju penggunaan di medan tempur menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi oleh rantai pasok militer Washington.

Baca Juga

Menakar Pemulihan PMI Manufaktur Indonesia dan Dampaknya bagi Pencari Kerja

Menakar Pemulihan PMI Manufaktur Indonesia dan Dampaknya bagi Pencari Kerja

Di tengah kekhawatiran yang merebak, pihak Pentagon berusaha memberikan klarifikasi untuk menenangkan publik dan sekutunya. Juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, menegaskan bahwa militer Amerika Serikat tetap memiliki seluruh kemampuan yang diperlukan untuk menjalankan operasi militer kapan pun diperintahkan oleh presiden. Pernyataan resmi ini menegaskan bahwa meskipun ada penyusutan stok di beberapa lini, kesiapan tempur global Amerika Serikat diklaim tidak terganggu secara total. Namun, kontradiksi antara pernyataan optimistis Pentagon dan data penyusutan stok yang dilaporkan oleh lembaga kajian seperti CSIS tetap memicu keraguan publik.

Selain masalah logistik persenjataan, konflik ini juga menghadapi dinamika politik domestik yang cukup pelik di Washington. Hingga saat ini, pihak eksekutif belum mengajukan permintaan deklarasi perang resmi maupun otorisasi penggunaan kekuatan militer kepada Kongres Amerika Serikat. Langkah ini menimbulkan pertanyaan mengenai legalitas dan pengawasan anggaran operasi militer jangka panjang yang telah menghabiskan banyak sumber daya pertahanan negara tersebut. Dengan stok senjata yang kian menipis dan keterbatasan produksi jangka pendek, Washington kini berada di persimpangan jalan untuk menentukan strategi militer mereka selanjutnya di Timur Tengah.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

IranAmerika SerikatMiliterPentagonRudal ATACMSPertahanan

Berita Terbaru Lainnya

Rencana Integrasi Dua JPO Viral di Jalan HR Rasuna SaidMenakar Pemulihan PMI Manufaktur Indonesia dan Dampaknya bagi Pencari KerjaMenkeu Purbaya Dorong Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen pada Paruh Kedua 2026Sederet Gelar Adat Kehormatan Joko Widodo dari Berbagai Daerah di IndonesiaKontroversi Komentar Tenaga Kesehatan terhadap Pasien Yurizal dan Pernyataan Permintaan MaafTarget Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Mendekati 6 Persen di Paruh Kedua Tahun IniHarga Minyak Mentah Dunia Anjlok Usai Muncul Sinyal Damai AS dan IranKrisis Energi Kuba, Jaringan Listrik Nasional Kembali Kolaps

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

Nasional

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  4. 4Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di KonserNasional 路 4 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap