PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mulai merealisasikan integrasi antara Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City di Jakarta melalui pembangunan fasilitas travelator. Proyek integrasi dua stasiun ini secara resmi dikerjakan mulai 1 September 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 31 Desember 2026.
Persiapan pembangunan travelator penghubung tersebut ditargetkan memakan waktu selama 70 hari terhitung sejak 1 September 2026. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyatakan optimismenya terkait target persiapan tersebut pada Senin (31/8/2026). Sejalan dengan hal itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi turut berharap proses pembangunan fasilitas ini dapat berjalan lancar dan tuntas sesuai target waktu yang ditetapkan KAI.
Penyesuaian Layanan Penumpang
Selama pekerjaan integrasi dilaksanakan oleh KAI Daop 1 Jakarta bersama KAI Commuter, alur layanan penumpang mengalami penyesuaian. Aktivitas naik dan turun penumpang Commuter Line yang sebelumnya dilayani di Stasiun Karet dialihkan sepenuhnya ke Stasiun BNI City.
Tito Minta Peserta Sespim Lemdiklat Susun Kebijakan Berbasis Sains

Bagi masyarakat atau penumpang yang terbiasa menggunakan akses Stasiun Karet, KAI menyediakan jalur selasar di samping Stasiun Karet menuju Stasiun BNI City. Untuk menunjang pergerakan pengguna, KAI telah menyiapkan hall, loket, serta gate elektronik di sisi barat Stasiun BNI City yang terhubung langsung dengan pintu masuk dari arah Karet.
Penyesuaian ini dipastikan tidak mengubah jadwal 264 perjalanan Commuter Line relasi Kampung Bandan鈥揅ikarang yang melintasi kawasan Stasiun Karet dan Stasiun BNI City. Selain itu, operasional perjalanan Commuter Line Basoetta di Stasiun BNI City tetap berjalan normal tanpa gangguan selama masa pengerjaan integrasi.
Gerakan Pilah Sampah Kurangi Sampah di Bantargebang 500 Ton per Hari

Konsep Integrasi dan Fasilitas Travelator
Dalam rencana pengembangan jangka panjang, area Stasiun Karet akan difungsikan sebagai concourse atau ruang penghubung menuju Stasiun BNI City. Penataan ini bertujuan menyatukan alur pergerakan penumpang di satu titik transit yang lebih terintegrasi.
Aktivitas gate-in dan gate-out ke depannya akan dipusatkan seluruhnya di Stasiun BNI City, sedangkan kawasan Stasiun Karet tetap dipertahankan sebagai akses pendukung. Untuk memberikan kenyamanan mobilitas pejalan kaki, travelator yang menghubungkan kawasan Karet menuju BNI City tersebut juga dirancang dengan fasilitas pendingin udara.






