PT Kereta Api Indonesia (Persero) tengah mematangkan rencana revitalisasi Stasiun Gambir di Jakarta Pusat lewat konsep New Gambir. Penataan stasiun kereta api legendaris ini diarahkan untuk memperkuat fungsi kawasan sebagai pusat transportasi modern yang terintegrasi secara fisik dan layanan dengan angkutan massal ibu kota.
Dalam rencana pengembangan tersebut, PT KAI membagi pembenahan ke dalam empat fokus utama: peningkatan kualitas layanan pelanggan, penguatan daya tampung kawasan, integrasi mobilitas antarmoda, serta pengayaan pengalaman perjalanan (journey experience) melalui fasilitas bernuansa hospitality dan leisure.
Integrasi Multimoda dan Tiga Pilar Pengembangan
Transformasi New Gambir bertumpu pada tiga pilar strategis, yaitu mobilitas, budaya, serta lifestyle and leisure. Pilar mobilitas dirancang untuk mengurai hambatan perpindahan penumpang dengan menghubungkan layanan kereta api jarak jauh, KRL Commuter Line, MRT Jakarta, Transjakarta, bus bandara, moda transportasi lanjutan, hingga penyediaan jalur pedestrian yang ramah pejalan kaki.
Polisi Ungkap Kasus 5,2 Kg Sabu di Jakbar, 2 Pelaku Ditangkap

Sementara itu, pilar budaya dihadirkan guna memastikan standar kenyamanan pengguna jasa tetap terjaga melalui peningkatan sarana dan fasilitas operasional stasiun. Pada pilar lifestyle and leisure, area stasiun akan membuka ruang yang lebih luas bagi sektor komersial, gerai ritel, sentra kuliner, serta ruang aktivitas publik.
Fasilitas Hotel hingga Akses Terbuka ke Monas
Untuk menunjang konsep leisure dan hospitality, kawasan New Gambir disiapkan memuat fasilitas hotel and lounge bagi penumpang yang memerlukan waktu transit atau istirahat. Selain itu, kawasan ini bakal dilengkapi ruang pertemuan serbaguna guna memfasilitasi berbagai kegiatan bisnis dan komunitas.
Kondisi Sungai Cisadane Dampak Kemarau, Ini Imbauan untuk Warga

Penataan fisik stasiun juga mencakup pembangunan ruang publik terbuka dan taman hijau. Kawasan lanskap ini dirancang terhubung langsung dengan ikon Jakarta, Monumen Nasional (Monas), sehingga memperluas akses interaksi masyarakat di sekitar ring satu ibu kota.
Langkah revitalisasi ini sejalan dengan tingginya mobilitas penumpang di Stasiun Gambir. Sepanjang periode Januari hingga Juli 2026, stasiun tersebut mencatat 3,87 juta aktivitas penumpang, yang mencakup 1,99 juta pelanggan berangkat dan 1,88 juta pelanggan tiba.






