Sektor pertanian Indonesia tengah menghadapi persoalan serius terkait tata niaga pangan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan kemarahannya setelah mendapati adanya praktik curang di tingkat penggilingan beras. Praktik tidak wajar ini terungkap melalui sebuah kajian mendalam yang diberi nama Darurat Mafia Beras. Kajian tersebut menganalisis sistem tata niaga beras nasional secara menyeluruh dan menemukan berbagai penyimpangan. Salah satu temuan yang paling mengejutkan adalah keterlibatan puluhan tersangka dalam jaringan ini. Bahkan, terdapat laporan yang menyebutkan bahwa salah satu tersangka mampu meraup pendapatan yang sangat fantastis, yakni mencapai angka Rp2 triliun setiap bulannya dari aktivitas penggilingan beras tersebut.
Dampak dari manipulasi tata niaga ini sangat merugikan masyarakat luas sebagai konsumen akhir. Berdasarkan data pemantauan yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian








