Kondisi harga pangan di pasar saat ini mengalami fluktuasi yang cukup signifikan, terutama pada komoditas daging. Harga daging sapi di pasaran terpantau telah mencapai angka 160 ribu hingga 290 ribu rupiah per kilogram. Kenaikan harga ini juga diikuti oleh harga daging ayam yang sedikit demi sedikit terus merangkak naik hingga mencapai 40 ribu rupiah per kilogram. Menyikapi situasi tersebut, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan imbauan kepada rakyat Indonesia. KKP mengajak masyarakat untuk mulai beralih mengonsumsi ikan melalui sebuah program nasional yang dikenal sebagai program Gemar Makan Ikan.
Langkah peralihan ke konsumsi ikan ini didukung penuh oleh potensi sumber daya perikanan yang dimiliki oleh Indonesia. Berdasarkan data FAO pada tahun 2016, Indonesia berhasil menempati posisi kedua setelah Cina sebagai produsen perikanan terbesar di dunia. Jumlah produksi perikanan di Indonesia sangat melimpah, di mana produksi dari sektor perikanan tawar mampu mencapai angka 2.857.000 ton. Sementara itu, untuk sektor perikanan laut, jumlah produksinya tercatat mencapai 782.000 ton. Melimpahnya hasil produksi ini membuktikan bahwa pasokan ikan di dalam negeri sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Bagi masyarakat yang ingin beralih mengonsumsi ikan demi menyiasati anggaran belanja, terdapat banyak pilihan jenis ikan dengan harga yang sangat terjangkau. Beberapa jenis ikan seperti ikan nila, lele, tongkol, kembung, serta lemuru dapat diperoleh dengan harga yang sangat ramah di kantong. Jenis-jenis ikan tersebut dapat dibeli oleh masyarakat dalam kisaran harga mulai dari Rp18.000 hingga Rp33.000 per kilogram. Alternatif ini tentu jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga daging sapi maupun daging ayam yang saat ini sedang mengalami kenaikan di pasaran.
Faktor X Pakistan Sebagai Mediator Perdamaian Iran dan Amerika Serikat

Di samping jenis ikan konsumsi harian yang terjangkau tersebut, Indonesia juga memproduksi berbagai komoditas perikanan bernilai tinggi. Beberapa jenis ikan laut seperti ikan kerapu bebek, ikan napoleon, dan salmon dikenal memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Keberadaan jenis-jenis ikan ini semakin memperkaya kekayaan sektor perikanan Indonesia, yang tidak hanya menyediakan pilihan ikan ekonomis bagi masyarakat luas tetapi juga komoditas bernilai tinggi untuk pasar yang lebih spesifik.
Upaya untuk mengajak masyarakat meningkatkan konsumsi ikan di tanah air sebenarnya telah berlangsung lama. Gerakan Gemar Makan Ikan ini sudah mulai digalakkan sejak era Presiden Megawati pada tahun 2014. Kampanye yang dijalankan secara konsisten ini terus menunjukkan hasil yang positif dari tahun ke tahun. Sebagai bukti nyata, angka konsumsi ikan nasional pada tahun 2019 berhasil mencapai 55,95 kg/kapita/tahun. Pencapaian tersebut berada di atas target yang sebelumnya ditetapkan sebesar 54,49 kg/kapita/tahun. Target konsumsi ikan nasional ini pun terus ditingkatkan oleh pemerintah hingga dipatok mencapai 62,50 kg/kapita/tahun pada tahun 2024.
Proses Ekshumasi Jenazah Sutrimo Libatkan Tim Ahli Forensik Gabungan

Dengan melimpahnya hasil produksi perikanan nasional, baik dari perikanan tawar maupun perikanan laut, beralih ke konsumsi ikan merupakan solusi yang sangat tepat di tengah kenaikan harga daging sapi dan ayam. Melalui program Gemar Makan Ikan yang diimbau oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan gizi harian dengan lebih hemat. Pilihan ikan yang terjangkau seperti nila, lele, tongkol, kembung, dan lemuru menjadi alternatif terbaik untuk menjaga kesehatan sekaligus stabilitas pengeluaran rumah tangga.






