PT Bank Mega Syariah menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan atau medical check-up gratis bagi nasabah di sejumlah kantor cabang dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026. Program ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi perseroan atas loyalitas nasabah sekaligus mempererat hubungan kemitraan.
Direktur Utama Bank Mega Syariah Yuwono Waluyo menyatakan bahwa Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum penting untuk menyampaikan terima kasih kepada seluruh nasabah yang terus bertumbuh bersama perseroan. Dalam menjalankan operasional dan layanannya, Bank Mega Syariah menempatkan pendekatan berbasis hubungan atau Relationship Based sebagai fokus utama pelayanan.
Untuk memenuhi kebutuhan transaksi finansial masyarakat, perseroan menyediakan ragam instrumen dan pembiayaan syariah. Portofolio produk tersebut meliputi pembiayaan kepemilikan emas (Flexi Gold), tabungan haji (Tabungan Haji iB), pembiayaan porsi haji khusus (Flexi Mabrur), serta kartu pembiayaan syariah (Syariah Card). Di segmen korporasi, nasabah didukung oleh fasilitas Cash Management System (CMS) untuk menunjang kelancaran transaksi bisnis.
Antisipasi Krisis, Alasan Belanda Pindahkan 86 Ton Emas ke London

Langkah peningkatan mutu layanan ini sejalan dengan kinerja keuangan perseroan yang mencatatkan pertumbuhan positif hingga pertengahan tahun.
Kinerja Keuangan Positif hingga Juni 2026
Hingga Juni 2026, Bank Mega Syariah membukukan laba sebelum pajak lebih dari Rp137 miliar. Capaian ini meningkat 17,56 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat lebih dari Rp117 miliar.
Rupiah Menguat ke Rp17.642 per Dolar AS pada Perdagangan Jumat Sore

Fungsi intermediasi perbankan juga memperlihatkan tren ekspansif. Total pendanaan (funding) yang berhasil dihimpun perseroan mencapai Rp9,69 triliun per Juni 2026. Bank Mega Syariah berupaya mengoptimalkan komposisi dana tabungan melalui penetrasi pada segmen nasabah haji, payroll karyawan, hingga komunitas.
Sementara itu, penyaluran pembiayaan menembus angka lebih dari Rp10 triliun pada Juni 2026, mencatatkan pertumbuhan di atas 6 persen secara tahunan.






