Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada level Rp17.642 per dolar AS pada perdagangan Jumat (4/9) sore. Mata uang Garuda terapresiasi sebesar 37 poin atau naik 0,21 persen dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Analis mata uang dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa penguatan rupiah terjadi seiring dengan pelemahan indeks dolar AS. Menurut penuturannya, para pelaku pasar mulai memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat, The Fed, untuk bulan ini setelah adanya sejumlah pernyataan bernada dovish dari para pejabat The Fed.
Selain faktor eksternal, dorongan bagi nilai tukar rupiah juga datang dari sentimen positif di dalam negeri. Lukman menilai pernyataan Gubernur Bank Indonesia Damayanti yang menegaskan bahwa laju inflasi domestik masih tetap terkendali memberikan angin segar bagi pasar keuangan. Gubernur Damayanti turut menyerukan pentingnya penguatan sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, pelaku dunia usaha, serta kalangan ekonom guna mendorong dan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
Antisipasi Krisis, Alasan Belanda Pindahkan 86 Ton Emas ke London

Pergerakan Mata Uang Asia dan Negara Maju
Di kawasan regional Asia, pergerakan nilai tukar terhadap dolar AS terpantau bervariasi. Penguatan dipimpin oleh won Korea Selatan yang terapresiasi 0,30 persen, disusul yuan China yang naik 0,10 persen. Sebaliknya, pelemahan dialami oleh mayoritas mata uang kawasan lainnya, seperti yen Jepang yang turun 0,36 persen, peso Filipina terdepresiasi 0,22 persen, dan ringgit Malaysia melemah 0,07 persen. Dolar Singapura dan dolar Hong Kong juga tercatat mengalami koreksi tipis masing-masing sebesar 0,01 persen.
Sambut Hari Pelanggan, Bank Mega Syariah Gelar Medical Check-up Gratis

Kondisi serupa terjadi pada mata uang utama negara-negara maju. Poundsterling Inggris berhasil mencatatkan penguatan sebesar 0,08 persen. Namun, franc Swiss tertekan hingga 0,15 persen, dolar Kanada terkoreksi 0,07 persen, dan euro Eropa melemah 0,05 persen, sedangkan pergerakan dolar Australia tercatat bergerak datar.






