Bank sentral Belanda (De Nederlandsche Bank/DNB) mengambil langkah strategis dengan merelokasi 86 ton cadangan emas batangan miliknya dari Amerika Utara menuju London, Inggris. Pemindahan aset bernilai miliaran dolar AS ini melibatkan penarikan bertahap dari brankas penyimpanan di Amerika Serikat dan Kanada ke Bank of England.
Langkah tersebut diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap meningkatnya risiko ketidakpastian global dan potensi krisis yang dapat menghambat akses likuiditas aset moneter negara.
Faktor Likuiditas dan Kemudahan Akses di Pasar London
Alasan utama di balik keputusan DNB memindahkan emas ke Bank of England adalah pertimbangan likuiditas pasar. Berdasarkan pernyataan resmi bank sentral Belanda yang dikutip media internasional, emas yang disimpan di Bank of England dinilai sebagai cadangan yang paling mudah diperdagangkan di dunia.
Dalam situasi krisis ekonomi atau keuangan global, kepemilikan emas di London memberikan keleluasaan bagi otoritas moneter Belanda untuk mencairkan atau memperdagangkan aset tersebut secara cepat. Lokasi penyimpanan di London dianggap jauh lebih mudah diakses dibandingkan jika cadangan emas tetap tertahan di fasilitas penyimpanan di Amerika Serikat atau Kanada.
Meningkatnya Kerusuhan Geopolitik dan Sengketa Dagang
DNB secara terbuka mengonfirmasi bahwa pemicu utama relokasi cadangan devisa ini adalah meningkatnya kerusuhan geopolitik internasional. Kondisi perekonomian di Amerika Utara saat ini menghadapi berbagai tantangan stabilitas, termasuk dampak ketidakpastian ekonomi AS akibat eskalasi perang dengan Iran yang memengaruhi jalur perdagangan global.
Rupiah Menguat ke Rp17.642 per Dolar AS pada Perdagangan Jumat Sore

Di saat yang sama, hubungan dagang antara Washington dan Ottawa mengalami ketegangan setelah perundingan perdagangan kedua negara menemui jalan buntu. Sengketa tersebut memicu pemberlakuan tarif baru secara timbal balik, di mana Amerika Serikat mengenakan tarif pada sektor utama Kanada seperti baja, aluminium, kayu, dan otomotif, serta tambahan retribusi 50 persen atas barang-barang Kanada senilai 28 miliar dolar Kanada pada Agustus.
Kondisi perselisihan dagang dan friksi geopolitik di kawasan Amerika Utara tersebut mendorong Belanda untuk mengamankan cadangannya ke yurisdiksi yang dinilai lebih fleksibel untuk transaksi darurat.
Strategi Relokasi: Kombinasi Pengiriman Fisik dan Transaksi Pasar
Operasi pemindahan 86 ton emas batangan ini berlangsung secara bertahap dalam rentang waktu beberapa bulan antara Maret hingga Agustus. Untuk menekan risiko operasional, DNB menerapkan metode hibrida yang menggabungkan pengiriman fisik dan mekanisme transaksi pasar.
Sebanyak 27 ton emas batangan dipindahkan secara fisik dari New York dan Ottawa menuju fasilitas penyimpanan di Zeist, Belanda. Setelah itu, emas dengan jumlah dan mutu yang setara dialihkan ke London tanpa perlu melalui proses peleburan ulang. Meski demikian, pihak bank sentral tidak mengungkapkan secara rinci berapa total berat emas yang diangkut langsung melintasi Samudera Atlantik.
Sambut Hari Pelanggan, Bank Mega Syariah Gelar Medical Check-up Gratis

Untuk sisa volume transfer lainnya, DNB mengeksekusinya lewat mekanisme pasar dengan menjual emas di New York dan langsung membeli kembali emas dalam jumlah setara di London. Kombinasi antara jual-beli dan pengangkutan fisik ini dirancang untuk menyebarkan serta meminimalkan risiko logistik yang melekat pada relokasi aset fisik bernilai tinggi.
Pergeseran Peta Penyimpanan Cadangan Emas Belanda
Pada akhir tahun 2025, total persediaan emas milik Belanda tercatat mencapai 612,4 ton dengan taksiran nilai sekitar 72,2 miliar euro. Pemindahan 86 ton emas ini secara signifikan mengubah komposisi geografis penyimpanan cadangan emas negara tersebut.
Sebelum relokasi dilakukan, DNB menempatkan 31,3 persen cadangan emasnya di New York dan 19,7 persen di Ottawa. Pascapemindahan, porsi simpanan di kedua kota tersebut masing-masing menyusut menjadi 18,5 persen.
Sebaliknya, porsi kepemilikan emas Belanda yang disimpan di London melonjak dari semula 18,1 persen menjadi 32,1 persen. Sementara itu, porsi cadangan emas yang disimpan di dalam negeri Belanda tetap dipertahankan pada angka 30,8 persen.






