Sebuah ledakan dahsyat mengguncang markas militer di pusat kota Viacha, Bolivia bagian barat, pada Jumat sore sekitar pukul 14.30 waktu setempat (18.30 GMT). Peristiwa tersebut menyebabkan sedikitnya 58 orang mengalami luka-luka, yang didominasi oleh warga sipil di sekitar lokasi kejadian.
Menteri Pertahanan Bolivia Ernesto Justiniano mengonfirmasi bahwa titik ledakan berasal dari area penyimpanan kembang api di dalam kompleks pangkalan militer. Dari total korban luka, sebanyak 52 orang merupakan warga sipil, sementara sisanya adalah personel militer.
9 Rekomendasi Film Anime Studio Ghibli Terbaik yang Wajib Ditonton Usai Torehan Sejarah di Cannes

Pernyataan resmi tersebut sekaligus mengoreksi informasi awal dari Kementerian Pertahanan Bolivia, yang sebelumnya sempat menyebut insiden itu hanya menimbulkan kerusakan infrastruktur tanpa menelan korban luka. Meski laporan awal sempat mengindikasikan adanya potensi korban jiwa, otoritas setempat menegaskan belum dapat mengonfirmasi jumlah pasti terkait kemungkinan korban meninggal dunia.
Markas militer yang terdampak berada tepat di pusat kota Viacha, sebuah wilayah berpenduduk sekitar 100.000 jiwa yang berjarak sekitar 30 kilometer di sebelah barat daya ibu kota administratif La Paz. Kedekatan lokasi dengan permukiman membuat dampak ledakan dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. Saat ini, tim khusus telah diterjunkan untuk menyelidiki pemicu pasti ledakan di fasilitas penyimpanan tersebut.
Putri KW Incar Podium di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya

Insiden ini berlangsung di tengah situasi domestik yang menegang setelah Presiden Bolivia Rodrigo Paz menetapkan status keadaan darurat menyusul gelombang protes dan aksi blokade jalan selama 50 hari.






