Warga di wilayah Bandung dan sekitarnya dikejutkan oleh kemunculan fenomena suara dentuman misterius yang terdengar berulang kali sejak Jumat (4/9) malam hingga Sabtu (5/9) dini hari. Suara keras tersebut dilaporkan terjadi dalam rentang waktu sekitar pukul 23.30 hingga 02.00 WIB dan memicu perbincangan luas di media sosial.
Bunyi dentuman yang belum teridentifikasi sumbernya itu tidak hanya mengusik keheningan malam, tetapi juga dirasakan menggetarkan bagian rumah warga. Getaran pada kaca jendela hingga pintu dilaporkan terasa cukup nyata di beberapa pemukiman saat dentuman terdengar.
Sebaran Laporan dari Berbagai Wilayah
Berdasarkan pantauan laporan warganet, kemunculan suara misterius ini tidak hanya terbatas di satu titik. Kesaksian datang dari berbagai penjuru wilayah Jawa Barat, mencakup Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Sumedang, Purwakarta, hingga Kabupaten Cianjur.
Kemenaker Usut Dugaan Pemotongan Uang Saku Peserta MagangHub hingga 80 Persen

Seorang warganet yang bermukim di Bandung Timur, melalui akun @nisa*****, menceritakan pengalamannya terbangun sekitar pukul 01.00 WIB karena mendengar suara tersebut, disertai getaran pada kaca kamar mandi. Warga di kawasan Padalarang turut melaporkan hal serupa dan merasakan dentuman dalam rentang waktu pukul 24.00 hingga 02.00 WIB.
Sementara itu, akun @hadisutiono menyampaikan bahwa bunyi dentuman masih terdengar di lingkungannya hingga sekitar pukul 02.00 WIB. Dirinya sempat mengira kegaduhan tersebut bersumber dari aktivitas tetangga sekitar sebelum menyadari peristiwa serupa dirasakan oleh banyak orang di lokasi berbeda.
IndoEBTKE ConEx 2026 Usai, METI Siapkan Rekomendasi Percepatan EBT

Spekulasi Warga dan Konfirmasi BMKG
Muncul beragam dugaan di tengah masyarakat terkait asal-usul suara tersebut. Akun @sinss2026 menduga bunyi keras itu berkaitan dengan aktivitas latihan militer. Sebagian warganet lain mengaitkannya dengan kemungkinan suara aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Meski memicu keresahan dan ragam spekulasi di kalangan warga, hingga saat ini belum ada keterangan ataupun penjelasan resmi yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai penyebab pasti munculnya dentuman tersebut.






