Otoritas pajak Amerika Serikat, Internal Revenue Service (IRS), meningkatkan penindakan terhadap korporasi multinasional yang mengalihkan laba ke yurisdiksi bertarif pajak rendah. Langkah ini memperluas pengawasan terhadap skema transfer pricing yang telah berlangsung sejak era pemerintahan Barack Obama, dengan potensi nilai penagihan yang kini mencapai ratusan miliar dolar AS.
Praktik pemindahan laba antar-entitas dalam satu grup usaha menjadi sorotan menyusul estimasi kelompok advokasi FACT Coalition, yang mencatat korporasi AS berhasil menghemat beban setidaknya US$11 miliar sepanjang 2025 saja melalui strategi tersebut. Perubahan struktur bisnis modern turut mempermudah skema ini; data firma penasihat Ocean Tomo menunjukkan proporsi aset tak berwujud terhadap total nilai perusahaan di indeks S&P 500 melonjak drastis dari 17% pada 1975 menjadi 92% pada 2025.
Sejumlah korporasi lintas sektor kini menghadapi sengketa terbuka dengan IRS. Pada Mei 2026, perusahaan asuransi UnitedHealth mengungkapkan pemeriksaan otoritas atas keuntungan yang dibukukan di anak usaha luar negeri. Penyelidikan serupa juga membidik raksasa bioteknologi Amgen serta induk Facebook dan Instagram, Meta. Amgen sendiri telah menyelesaikan gugatan perdata dari investor pada Juli 2026 terkait keterbukaan risiko sengketa pajaknya.
Asing Net Buy Rp124,85 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya

Kasus terpanjang dan terbesar terjadi pada Coca-Cola. Pada 2015, IRS awalnya menerbitkan tagihan tambahan pajak sebesar US$3,3 miliar untuk tahun pajak 2007 hingga 2009 atas pengalihan laba aset tak berwujud, termasuk hak merek dagang. Seiring berlarutnya proses pengadilan dan berlanjutnya pencatatan serupa, nilai sengketa tersebut membengkak hingga menyentuh US$20 miliar.
Coca-Cola berargumen bahwa perseroan berpegang pada kesepakatan pembagian laba yang disetujui bersama IRS sejak 1996. Per Juli 2026, produsen minuman tersebut baru mencadangkan dana sekitar US$530 juta, meskipun potensi kewajiban pajaknya dapat mencapai US$14 miliar jika putusan pengadilan memenangkan otoritas.
Emiten Prajogo (CUAN) Nego Akuisisi SINI, Siap Jadi Pengendali Baru

Steven Wrappe dari firma akuntansi Grant Thornton memperkirakan bahwa kemenangan IRS dalam rangkaian perkara transfer pricing utama berpotensi memulihkan penerimaan negara hingga sekitar US$100 miliar, termasuk denda dan akumulasi bunga. Nilai tersebut setara dengan hampir seperlima dari total realisasi penerimaan pajak penghasilan korporasi AS pada 2025.
Kendati nilai sengketa sangat besar, langkah penegakan hukum menghadapi keterbatasan internal. Pemerintahan Presiden Donald Trump鈥攜ang menarik AS keluar dari kesepakatan pajak global pada hari pertama masa jabatannya鈥攎enerapkan pemangkasan anggaran operasional IRS, sehingga kapasitas personel dalam menangani proses litigasi kompleks menjadi tantangan tersendiri.






