berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Sepak Bola

Rencana Komersialisasi Piala Dunia FIFA, Sikap Indonesia, dan Dinamika Sepak Bola Global

Usat BalangDiterbitkan 31 Jul 2026 - 23.35 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Rencana Komersialisasi Piala Dunia FIFA, Sikap Indonesia, dan Dinamika Sepak Bola Global
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Wacana pembentukan badan komersial baru oleh Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menjadi fokus perhatian utama dalam tata kelola sepak bola dunia saat ini. Rencana strategi bisnis yang diinisiasi oleh Presiden FIFA Gianni Infantino ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi finansial turnamen tingkat internasional melalui keterlibatan investor swasta. Di Indonesia, Menteri Pemuda dan Olahraga yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, menegaskan dukungannya terhadap rencana FIFA yang ingin menjual sebagian dari hak komersialisasi Piala Dunia. Pernyataan dukungan ini disampaikan langsung oleh Erick Thohir di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, pada Jumat (31/7).

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Inti dari proposal komersialisasi ini adalah rencana pembentukan anak perusahaan khusus yang dinamakan FIFA Forward Enterprise (FFE). Entitas bisnis ini dirancang secara spesifik untuk memegang wewenang penuh dalam mengelola berbagai aset komersial utama kompetisi FIFA, yang tentunya mencakup ajang Piala Dunia. Ruang lingkup pengelolaan FFE nantinya akan meliputi hak siar televisi, kesepakatan sponsor, penjualan tiket pertandingan, hingga lisensi produk. Estimasi nilai valuasi untuk entitas FFE ini diperkirakan mencapai angka 20 miliar dolar AS, atau jika dikonversikan setara dengan kurang lebih Rp360 triliun. Angka tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pendanaan baru bagi pengembangan sepak bola secara global.

Baca Juga

Pembesaran Volume Dua Kubah Lava Gunung Merapi dan Status Aktivitas Terkini

Pembesaran Volume Dua Kubah Lava Gunung Merapi dan Status Aktivitas Terkini

Dukungan yang disampaikan oleh pihak Indonesia berlandaskan pada janji alokasi dana pengembangan yang ditawarkan dari pembentukan badan komersial tersebut. Apabila proposal FFE disetujui secara resmi, sebanyak 211 asosiasi anggota FIFA dijanjikan pendanaan masing-masing sebesar 20 juta dolar AS atau sekitar Rp360 miliar. Dana ini ditujukan untuk membiayai program pengembangan sepak bola di negara masing-masing. Bagi PSSI, kehadiran dan sinergi dengan FIFA dinilai memberikan kontribusi positif terhadap pembenahan sepak bola nasional dalam tiga tahun terakhir. Hal ini terbukti dari keberadaan kantor FIFA di Indonesia serta investasi langsung yang berkisar antara 1 hingga 2 juta dolar AS setiap tahunnya untuk membiayai sekitar 13 hingga 15 kegiatan. Berbagai program serta pembenahan tersebut berjalan beriringan dengan peningkatan peringkat tim nasional sepak bola Indonesia yang melesat naik dari urutan 174 hingga mencapai posisi 118.

Di sisi lain, rencana pelepasan sebagian hak komersial kepada pihak swasta ini menuai gelombang penolakan keras dari sejumlah konfederasi dan federasi kuat di tingkat global. Seluruh 55 federasi yang bernaung di bawah UEFA menyatakan kesepakatan bulat untuk memboikot ajang kompetisi FIFA sebagai aksi protes terhadap skema investasi swasta ini. Penolakan serupa juga disuarakan secara resmi oleh asosiasi liga-liga di Eropa, yakni European Leagues. Dari kawasan Amerika, federasi sepak bola Amerika Serikat (US Soccer) secara terbuka memberikan dukungan penuh atas langkah Concacaf yang menolak keras rencana pelepasan aset komersial Piala Dunia kepada pihak investor swasta. Sementara itu, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) hingga saat ini belum menyatakan dukungan maupun penolakan terkait pembentukan FFE tersebut.

Baca Juga

Transisi Energi Terbarukan sebagai Solusi Pengembangan Akuakultur Ramah Lingkungan

Transisi Energi Terbarukan sebagai Solusi Pengembangan Akuakultur Ramah Lingkungan

Selain polemik mengenai komersialisasi dan pembentukan FIFA Forward Enterprise, dunia sepak bola internasional juga diwarnai oleh berbagai dinamika penting lainnya. Bintang sepak bola asal Brasil, Neymar, secara resmi mengumumkan pensiun dari tim nasional Brasil setelah 16 tahun berkarier membela negaranya. Sementara itu, di ranah penegakan aturan disiplin, proses pendisiplinan telah dibuka terhadap beberapa pemain, yakni Molina, Almada, dan Gavi, terkait dugaan tindakan tak sportif dalam pertandingan. Tidak hanya itu, Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) juga mengeluarkan penegasan penting terkait penggunaan teknologi di lapangan hijau. IFAB menegaskan bahwa Video Assistant Referee (VAR) tidak berhak memberi kartu kuning simulasi kepada pemain yang bukan menjadi objek tinjauan utama. Penegasan aturan ini mencuat menyusul insiden yang melibatkan pemain Swis, Breel Embolo, saat laga antara Swis melawan Argentina pada ajang Piala Dunia 2026.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Piala DuniaFIFAFIFA Forward EnterpriseErick ThohirPSSISepak Bola Global

Berita Terbaru Lainnya

Strategi dan Langkah Konsolidasi Penguatan Kompetensi Pranata Humas KemendagriMenganalisis Kinerja Keuangan Bank Menggunakan Laporan SMBC IndonesiaKinerja Keuangan dan Pertumbuhan Aset Maybank Indonesia pada Semester I 2026Perkembangan Konsolidasi Asuransi BUMN dan Rencana Pembentukan Entitas Baru IFGKehadiran Daihatsu di GIIAS 2026, Peluncuran New Sigra, Terios Edisi Terbatas, dan Mobil KonsepMenyikapi Fenomena Pemasangan Pagar Tinggi di Sejumlah Mal Berdasarkan FaktaSpesifikasi dan Harga Resmi Mobil Listrik Chery Q di IndonesiaInovasi Teknologi IoT di Rumah Pembibitan Mangrove Desa Bunton Cilacap

Paling Banyak Dibaca

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

Ekonomi

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

30 Jul 2026

Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak Sah

Hukum

Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak Sah

31 Jul 2026

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

Pariwisata

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

30 Jul 2026

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&BEkonomi 路 30 Jul 2026
  3. 3Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak SahHukum 路 31 Jul 2026
  4. 4Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  5. 5Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata AntarnegaraPariwisata 路 30 Jul 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap