Skema kucuran dana untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau unit Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) akan mengalami penyesuaian. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rencana Badan Gizi Nasional (BGN) yang tengah merombak formula insentif dapur MBG agar penyalurannya lebih tepat sasaran.
Selama pelaksanaan program berjalan, BGN menyalurkan insentif operasional flat sebesar Rp 6 juta per hari untuk setiap dapur MBG. Besaran seragam tersebut ke depan tidak akan lagi diterapkan secara merata.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengungkapkan bahwa rancangan insentif baru akan mengacu pada jangkauan pelayanan masing-masing SPPG. Perbedaan nilai insentif ini disesuaikan dengan beban dan cakupan wilayah distribusi makanan yang dikelola oleh tiap unit dapur.
Elnusa Petrofin Tambah Armada dan Personel untuk Distribusi BBM Makassar

Perubahan skema nominal tersebut dipastikan memengaruhi hitungan waktu balik modal bagi pihak yang mendirikan SPPG. Dalam perhitungan skema awal dengan insentif Rp 6 juta per hari dan masa operasional 313 hari per tahun, sebuah SPPG menerima total insentif mencapai Rp 1,87 miliar dalam setahun. Dengan estimasi biaya investasi pendirian dapur sebesar Rp 3,5 miliar, modal pengelola sebelumnya diperhitungkan dapat kembali dalam kurun waktu sekitar dua tahun. Penyesuaian aturan baru akan membuat rentang pengembalian modal tersebut bergeser, baik menjadi lebih cepat maupun lebih lambat bergantung pada skala jangkauannya.
Di samping penataan insentif, BGN juga melakukan evaluasi besar-besaran terhadap penetapan lokasi SPPG. Pendekatan baru kini difokuskan pada pemetaan penerima yang benar-benar membutuhkan bantuan pangan bergizi.
Serbu! Tempat Tidur Banting Harga di Transmart Full Day Sale

BGN saat ini menyisir kembali data persebaran SPPG di lapangan. Langkah ini dilakukan menyusul evaluasi pola sebelumnya yang dinilai kurang mempertimbangkan indikator krusial seperti status stunting atau kondisi darurat daerah, serta sempat memicu persaingan antartitik di lapangan karena penumpukan lokasi yang terlalu padat.






