Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.356 pada perdagangan hari Senin (10/8) sore. Pergerakan indeks saham tersebut tercatat melemah sebesar 44,28 poin atau minus 0,69 persen dibandingkan dengan sesi perdagangan sebelumnya. Berdasarkan data dari RTI Infokom, aktivitas transaksi yang dilakukan oleh para investor mencapai nilai total sebesar Rp18,19 triliun. Sementara itu, volume saham yang diperdagangkan pada awal pekan tersebut tercatat mencapai 46,95 miliar saham. Pada penutupan perdagangan kemarin, tercatat sebanyak 287 saham mengalami penguatan, sedangkan 329 saham mengalami penurunan atau terkoreksi, dan 180 saham lainnya bergerak stagnan alias tidak mengalami perubahan harga.
Meskipun sempat mengalami pelemahan pada hari Senin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan berbalik arah dan mengalami penguatan pada perdagangan hari Selasa (11/8). Para pelaku pasar dan investor memantau dengan cermat pergerakan indeks ini, mengingat peluang penguatan masih cukup terbuka lebar. Walau demikian, pasar tetap diimbau untuk waspada terhadap fluktuasi harian dan potensi koreksi teknis jangka pendek yang dapat terjadi sewaktu-waktu dalam pergerakan indeks saham hari ini.
Proyeksi IHSG Bervariasi di Tengah Perhatian Pasar Terhadap Tren Keyakinan Konsumen

Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan bahwa IHSG masih memiliki peluang yang cukup besar untuk melanjutkan penguatannya pada perdagangan hari ini. Kendati demikian, ia mengingatkan agar para pelaku pasar tetap mewaspadai adanya risiko potensi koreksi jangka pendek. Secara teknikal, Herditya memproyeksikan IHSG berpotensi untuk menguat dan menguji rentang area antara 6.440 hingga 6.544. Namun, jika terjadi koreksi lanjutan dalam jangka pendek, indeks diperkirakan dapat bergerak menuju kisaran level 6.308 hingga 6.360. Untuk pergerakan hari ini, Herditya memproyeksikan rentang support IHSG berada pada level 6.319 dan 6.201, sementara level resistance diperkirakan berada di angka 6.454 dan 6.599. Seiring dengan proyeksi tersebut, ia merekomendasikan beberapa saham pilihan untuk dicermati oleh pelaku pasar, yaitu DSSA, ESSA, HRTA, dan WIFI.
Senada dengan proyeksi tersebut, Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, juga memperkirakan bahwa indeks saham domestik masih berpeluang untuk melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari ini. Optimisme ini didorong oleh keberhasilan IHSG menembus level resistance penting pada perdagangan hari sebelumnya. Ivan menjelaskan bahwa keberhasilan indeks dalam menembus level resistance di angka 6.459 pada perdagangan kemarin telah membuka peluang yang cukup lebar bagi IHSG untuk melanjutkan kenaikan harga saham ke arah target berikutnya. Target terdekat yang diproyeksikan berdasarkan analisis Fibonacci berada pada level 6.545.
Cara Pengemudi Ojol Memanfaatkan Status UMKM dan Mengakses Insentif Pemerintah

Lebih lanjut, Ivan Rosanova memaparkan bahwa tren utama jangka pendek untuk IHSG dinilai masih cukup positif, dengan syarat indeks saham tersebut mampu bertahan di atas level 6.300. Untuk perdagangan hari ini, Ivan memprediksi bahwa IHSG akan bergerak di rentang support pada level 6.300, 6.212, 6.138, dan 6.020. Di sisi lain, untuk level resistance, ia memproyeksikan indeks akan bergerak menguji batas-batas di level 6.545, 6.700, hingga 6.835. Sebagai panduan bagi para investor dalam bertransaksi hari ini, Ivan merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai potensial untuk diperhatikan, antara lain BUMI, INCO, KLBF, dan MEDC.






