Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan untuk mengumumkan data resmi inflasi Indonesia periode Juli 2026 pada hari Senin, 3 Agustus 2026. Menjelang pengumuman tersebut, Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, telah menyampaikan proyeksi mengenai pergerakan Indeks Harga Konsumen (IHK). Berdasarkan analisis yang disampaikannya di Jakarta pada Ahad, 2 Agustus 2026, inflasi domestik diprediksi akan berada pada tingkat yang rendah. Proyeksi ini memberikan gambaran awal mengenai kondisi harga barang dan jasa di masyarakat sebelum BPS merilis angka pastinya.
Untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kondisi ekonomi terkini, berikut adalah sejumlah pertanyaan yang sering diajukan terkait proyeksi inflasi bulan Juli 2026 beserta indikator ekonomi lainnya yang akan segera dirilis oleh BPS.
Berapa proyeksi tingkat inflasi bulan Juli 2026?
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro memperkirakan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) Indonesia pada bulan Juli 2026 akan mengalami inflasi sebesar 0,03 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Angka ini menunjukkan perlambatan jika dibandingkan dengan tingkat inflasi pada bulan Juni 2026 yang tercatat sebesar 0,44 persen mtm. Sementara itu, untuk tingkat inflasi secara tahunan (year-on-year/yoy) pada bulan Juli 2026, angkanya diproyeksikan akan berada pada level 3,06 persen.
Apa faktor utama yang memengaruhi perlambatan inflasi tersebut?
Perlambatan laju inflasi pada bulan Juli secara keseluruhan sangat dipengaruhi oleh dinamika pada beberapa kelompok pengeluaran. Penurunan harga yang terjadi pada kelompok pangan bergejolak (volatile food) serta kelompok harga yang diatur oleh pemerintah (administered prices) diperkirakan akan mampu mengimbangi adanya kenaikan pada kelompok inflasi inti (core inflation). Keseimbangan antar kelompok inilah yang pada akhirnya menahan laju inflasi bulanan secara umum.
Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027

Bagaimana pergerakan harga pada kelompok pangan bergejolak?
Kelompok pangan bergejolak diproyeksikan akan mengalami deflasi sebesar 1,12 persen mtm pada bulan Juli 2026. Kondisi deflasi ini merupakan sebuah pembalikan arah dari bulan sebelumnya, di mana pada bulan Juni 2026 kelompok ini justru mencatatkan inflasi sebesar 0,14 persen mtm. Penurunan harga pangan ini terutama sangat dipengaruhi oleh merosotnya harga komoditas cabai merah dan bawang merah. Penurunan harga kedua komoditas tersebut terjadi setelah berlangsungnya periode puncak panen di berbagai daerah penghasil.
Apa yang terjadi pada kelompok harga yang diatur pemerintah?
Untuk kelompok harga yang diatur oleh pemerintah, proyeksi menunjukkan adanya inflasi sebesar 0,10 persen mtm pada bulan Juli 2026. Angka proyeksi ini tergolong lebih rendah apabila dibandingkan dengan tingkat inflasi kelompok yang sama pada bulan sebelumnya, yakni mencapai 1,41 persen mtm. Perlambatan pada kelompok ini terjadi seiring dengan adanya normalisasi tekanan harga di masyarakat setelah dilakukannya penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi pada bulan Juni 2026 lalu.
Mengapa kelompok inflasi inti diproyeksikan mengalami peningkatan?
The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak Menguat

Berbeda dengan kelompok pangan dan harga yang diatur pemerintah, inflasi inti justru diperkirakan meningkat menjadi 0,29 persen mtm pada bulan Juli 2026. Angka ini naik dari posisi 0,23 persen mtm yang tercatat pada bulan Juni 2026. Kenaikan inflasi inti tersebut terutama didorong oleh adanya pengeluaran pendidikan yang bersifat musiman pada awal tahun ajaran baru sekolah. Lebih rinci lagi, pembayaran uang sekolah diperkirakan akan memberikan kontribusi sekitar 0,06 poin persentase terhadap angka inflasi bulanan secara keseluruhan.
Selain data inflasi, indikator ekonomi apa saja yang akan dirilis oleh BPS pada 3 Agustus 2026?
Pada hari Senin, 3 Agustus 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) tidak hanya akan mengumumkan data resmi inflasi Juli 2026, tetapi juga akan merilis sejumlah indikator ekonomi penting lainnya. BPS dijadwalkan merilis data ekspor dan impor untuk periode Juni 2026. Selain itu, lembaga tersebut juga akan mengumumkan Indeks Harga Perdagangan Besar untuk bulan Juli 2026 serta Nilai Tukar Petani untuk bulan Juli 2026.
Apakah ada rilis data terkait pariwisata, transportasi, dan pertanian?
Bersamaan dengan rilis data inflasi dan perdagangan, BPS juga akan mempublikasikan laporan mengenai perkembangan pariwisata pada bulan Juni 2026 serta perkembangan transportasi Indonesia untuk periode Juni 2026. Di sektor pertanian, BPS akan merilis hasil Kerangka Sampel Area (KSA) yang memuat informasi terperinci mengenai luas panen serta jumlah produksi untuk komoditas padi maupun jagung hingga periode Juni 2026.






