Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mengaktifkan kembali proyek pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy) Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter di Jakarta Utara. Fasilitas pengolahan limbah berskala besar tersebut tercatat telah mangkrak sejak tahun 2023.
Pembangunan kembali proyek ITF Sunter diperkirakan membutuhkan nilai investasi mencapai Rp 5,3 triliun. Rencana kelanjutan infrastruktur lingkungan ini disampaikan langsung oleh Gubernur Jakarta Pramono Anung dalam perhelatan Jakarta Investment Festival 2026 di Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026).
Kapasitas Pengolahan dan Target Zero Dumping 2028
Fasilitas ITF Sunter dirancang untuk menangani beban sampah perkotaan dengan kapasitas pengolahan mencapai 2.200 ton sampah per hari. Melalui teknologi pengolahan termal modern, fasilitas ini diproyeksikan mampu mereduksi volume sampah lebih dari 80 persen sekaligus memproduksi energi listrik hingga 35 megawatt (MW).
Polisi Ungkap Kasus 5,2 Kg Sabu di Jakbar, 2 Pelaku Ditangkap

Langkah menghidupkan kembali ITF Sunter menjadi bagian strategis dari agenda pengelolaan lingkungan ibu kota. Fasilitas ini disiapkan untuk memperkuat sistem pengolahan sampah berkelanjutan guna mengejar target zero dumping DKI Jakarta pada tahun 2028.
Jaminan Fasilitas bagi Calon Investor
Agar pembangunan fasilitas pengolahan sampah ini dapat terealisasi tanpa hambatan serupa masa lalu, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menyediakan berbagai dukungan operasional bagi mitra penanam modal. Pemerintah daerah menjamin kepastian kesiapan lahan, kontinuitas pasokan volume sampah harian, skema tipping fee, hingga payung regulasi yang berkepastian hukum.
Kondisi Sungai Cisadane Dampak Kemarau, Ini Imbauan untuk Warga

Proyek pengolahan sampah Sunter merupakan salah satu dari 37 proyek investasi strategis yang dipromosikan Pemprov DKI Jakarta kepada investor domestik maupun global. Seluruh portofolio proyek strategis tersebut memiliki akumulasi nilai mencapai Rp 115 triliun atau sekitar US$ 5 miliar.
Selain sektor pengelolaan limbah dan energi terbarukan, daftar investasi strategis yang ditawarkan mencakup proyek pembangunan berorientasi transit (TOD), sektor hunian, perhotelan, kawasan komersial mixed-use, sektor industri dan logistik, hingga infrastruktur kawasan tepi air (waterfront).






