Pembangunan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) terus diupayakan oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Dari total target pembangunan sebanyak 4.200 unit BTS di berbagai kawasan 3T, data hingga Maret 2022 mencatat bahwa baru sekitar 1.900 BTS yang telah rampung dan beroperasi memberikan layanan jaringan seluler (on air). Sementara itu, pengerjaan untuk 2.300 lokasi lainnya dilaporkan telah mencapai progres 86 persen sebagaimana disampaikan oleh Direktur Sumber Daya dan Administrasi Bakti, Fadhilah Mathar.
Fadhilah Mathar memaparkan bahwa sejumlah tantangan di lapangan menjadi faktor penyebab keterlambatan penyelesaian menara pemancar tersebut. Sebagian besar proyek BTS 4G berada di wilayah terpencil dengan kondisi geografis yang sulit serta keterbatasan sarana transportasi. Proses pengerjaan juga sempat terhambat oleh pembatasan mobilitas orang dan barang akibat pandemi, kelangkaan pasokan microchip di tingkat global, hingga gangguan keamanan yang secara spesifik terjadi di wilayah Papua. Kondisi tersebut sangat berpengaruh mengingat sekitar 65 persen dari target lokasi pembangunan BTS terkonsentrasi di Papua dan Papua Barat.
Komdigi Desak WhatsApp Jelaskan Penyebab Akun Terblokir, Senin Harus Dijawab

Di sisi lain, praktisi kebijakan publik sekaligus mantan komisioner Ombudsman, Alamsyah Saragih, menilai bahwa persoalan geografis seharusnya bukan menjadi hambatan utama dalam proyek ini. Sebagai perbandingan kinerja, Alamsyah menyoroti capaian konsorsium Lintas Arta dan Huawei yang menangani pembangunan di wilayah Papua dan Papua Barat. Konsorsium tersebut tercatat berhasil mencapai tahapan Ready For Installation (RFI) hingga 89 persen lokasi di area kerja mereka.
Guna mendukung percepatan penyediaan akses komunikasi di wilayah 3T, pemerintah menggandeng mitra industri telekomunikasi. Berdasarkan Surat Penetapan Nomor 827/KOMINFO/BAKTI.31/KS.1/10/2021, Telkomsel terpilih sebagai Mitra Kerja Sama Operasional (KSO) dalam Program Penyediaan Layanan Seluler 4G/LTE untuk Area Paket 2 hingga 9. Melalui penugasan ini, Telkomsel berkomitmen menggelar infrastruktur BTS Universal Service Obligation (USO) 4G/LTE di 7.772 desa kawasan 3T yang sebelumnya belum terjangkau akses internet pita lebar.
Langkah Kementerian Komdigi dalam Pemutusan Akses Rekening Terkait Transaksi Ilegal dan Hasil Penindakannya

Hingga semester dua 2021, Telkomsel bersama Bakti telah menggelar sebanyak 1.158 unit BTS USO yang seluruhnya telah terhubung jaringan 4G/LTE. Bakti dan Telkomsel menargetkan penuntasan seluruh 7.772 BTS USO 4G/LTE pada Desember 2022, yang mencakup Area 2 (Nusa Tenggara), Area 3 (Kalimantan), Area 4 (Sulawesi), Area 5 (Maluku), Area 6 (Papua Barat), Area 7 (Papua Tengah Barat), Area 8 (Papua Tengah Utara), dan Area 9 (Papua Timur Selatan). Sebagai penguat infrastruktur transmisi, Telkomsat juga telah menuntaskan proyek pengadaan kapasitas satelit dan jaringan backbone guna mendukung kelancaran operasional BTS USO Bakti di wilayah 3T.






