Presiden Prabowo Subianto kembali memberikan pandangannya mengenai situasi politik dan keamanan yang berkaitan dengan kekayaan alam suatu bangsa. Dalam sebuah pertemuan resmi yang dihadiri oleh para pelaku usaha, beliau menyoroti isu politik pecah belah atau yang sering dikenal dengan istilah devide et impera. Isu ini dinilai bukan sekadar catatan sejarah di masa lalu, melainkan sebuah realitas yang masih terus berlangsung hingga saat ini.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto di hadapan para pengusaha dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin). Pertemuan yang berlangsung di ibu kota ini menjadi momen penting untuk mengingatkan kembali tentang pentingnya menjaga persatuan di tengah besarnya potensi kekayaan alam yang dimiliki. Berikut adalah sejumlah pertanyaan dan jawaban untuk memahami lebih rinci mengenai pernyataan Presiden Prabowo Subianto serta agenda pertemuan dengan Kadin Indonesia.
Apa yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto mengenai politik devide et impera?
Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa politik pecah belah atau devide et impera masih terjadi hingga saat ini. Menurut beliau, praktik adu domba ini bukanlah sekadar tulisan yang hanya bisa ditemukan di dalam buku-buku sejarah. Praktik tersebut adalah sesuatu yang nyata dan masih dipraktikkan. Pernyataan ini menegaskan bahwa ancaman terhadap persatuan bangsa masih terus membayangi, terutama yang berkaitan dengan pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan khusus terhadap negara.
Mengapa banyak pihak yang dinilai ingin mengadu domba bangsa?
Berdasarkan pandangan Presiden Prabowo Subianto, yang juga merupakan Ketua Umum Partai Gerindra, banyak pihak luar atau entitas tertentu yang sengaja ingin mengadu domba bangsa agar bisa mengambil keuntungan dari sumber daya alam. Kekayaan alam yang melimpah sering kali memicu ketertarikan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memancing keributan. Dengan menciptakan situasi yang tidak stabil melalui adu domba, pihak-pihak tersebut dapat lebih mudah mencari celah untuk meraup keuntungan dari kekayaan alam yang dimiliki oleh suatu negara.
Bagaimana Presiden Prabowo menggambarkan posisi negara yang kaya akan sumber daya alam?
Trump Mulai Gerah, AS Biarkan Sekutu Jatuhkan Sanksi ke Israel

Mantan menteri pertahanan ini menyatakan bahwa negara-negara yang kaya akan sumber daya alam sering kali seperti mendapat kutukan. Hal ini dikarenakan negara-negara tersebut selalu menjadi sasaran empuk bagi pihak-pihak yang mencari untung lewat memancing keributan. Alih-alih membawa kemakmuran yang merata secara damai, kekayaan alam yang melimpah justru sering mengundang campur tangan dari pihak yang ingin memecah belah persatuan demi kepentingan ekonomi mereka sendiri.
Apakah ada contoh kawasan yang disebutkan oleh Presiden Prabowo terkait dampak kekayaan alam ini?
Ya, Presiden Prabowo Subianto memberi contoh kawasan Timur Tengah sebagai perbandingan yang nyata. Kawasan Timur Tengah dikenal sangat kaya akan sumber daya alam, khususnya minyak, gas, dan mineral. Namun, akibat kekayaan yang melimpah tersebut, kawasan itu sering menjadi sasaran pihak luar. Beliau menyebutkan bahwa di kawasan Timur Tengah, berkecamuk perang hingga ratusan tahun. Contoh ini diberikan untuk menekankan betapa besarnya risiko yang dihadapi oleh wilayah yang dianugerahi sumber daya alam yang sangat berlimpah.
Kapan dan di mana Presiden Prabowo menyampaikan pidato tersebut?
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato mengenai ancaman nyata politik pecah belah ini saat berpidato di hadapan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin). Pidato tersebut disampaikan di Istana Negara, atau Istana Kepresidenan Jakarta, pada hari Jumat, tanggal 31 Juli 2026.
Siapa saja yang hadir dalam pertemuan di Istana Kepresidenan Jakarta tersebut?
Pertemuan di Istana Kepresidenan Jakarta tersebut dihadiri oleh para pengusaha dari Kadin Indonesia. Sekitar 150 pengusaha tampak hadir untuk mendengarkan pidato Presiden Prabowo secara langsung. Kehadiran para pelaku usaha ini menunjukkan adanya perhatian yang besar dari sektor ekonomi terhadap arahan dan pandangan yang disampaikan oleh kepala negara.
Kim Jong Un Buka Keran Hiburan Korut, Ada "Misi" di Baliknya

Siapa yang memimpin rombongan Kadin Indonesia dalam pertemuan tersebut?
Rombongan pengusaha dari Kadin Indonesia dipimpin oleh Anindya Novyan Bakire. Anindya Novyan Bakire adalah Ketua Umum Kadin Indonesia yang turut memberikan keterangan mengenai kehadiran para pengusaha di Istana Negara pada hari Jumat, 31 Juli 2026 tersebut.
Berapa banyak perwakilan daerah yang turut serta memenuhi undangan Presiden Prabowo?
Menurut keterangan dari Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakire, undangan Presiden Prabowo tersebut dihadiri oleh perwakilan dari seluruh Indonesia. Secara spesifik, seluruh pimpinan Kadin dari 38 provinsi di Indonesia menghadiri pertemuan penting di Istana Kepresidenan Jakarta tersebut.
Apa tujuan utama dari kehadiran para pimpinan Kadin dari 38 provinsi tersebut?
Kehadiran para pimpinan Kadin dari 38 provinsi di Istana Negara memiliki tujuan yang sangat jelas terkait dengan perekonomian nasional. Mereka hadir karena ingin berdiskusi mengenai bagaimana bersama-sama bisa meningkatkan ekonomi dari daerah. Diskusi ini menjadi langkah penting bagi para pengusaha dan pemerintah untuk bersinergi dalam memajukan perekonomian di berbagai wilayah di Indonesia.






