Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat bersama sejumlah menteri dan pimpinan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, pada Sabtu (29/8). Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda penting, mulai dari evaluasi syarat rekrutmen prajurit TNI bagi masyarakat suku Dayak pedalaman hingga penanganan bencana alam dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Rapat di Hambalang ini dihadiri langsung oleh Menteri Pertahanan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Menteri Sekretaris Negara, serta Sekretaris Kabinet. Dari jajaran militer, hadir Panglima TNI bersama para Kepala Staf Angkatan.
Penyesuaian Syarat Rekrutmen Prajurit TNI
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa dalam rapat tersebut Presiden Prabowo meminta perkembangan mengenai penyesuaian persyaratan bagi warga suku Dayak pedalaman yang berkeinginan menjadi prajurit TNI.
Prabowo Terbang Lagi ke Jombang untuk Penutupan Muktamar NU

Pembahasan mengenai rekrutmen ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sehari sebelumnya, ketika Presiden Prabowo menerima kedatangan Panglima Jilah di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (28/8). Panglima Jilah merupakan pemimpin besar suku Dayak seluruh Kalimantan. Dalam pertemuan di Istana Merdeka tersebut, perwakilan warga Dayak menyampaikan permohonan agar mereka diberikan kesempatan untuk masuk menjadi anggota TNI dan Polri.
Selain membahas rekrutmen pertahanan dan keamanan, Presiden Prabowo sebelumnya juga telah memberikan instruksi untuk membangun sejumlah fasilitas di wilayah Kalimantan. Instruksi pembangunan tersebut mencakup pembukaan akses jalan di daerah pedalaman, pendirian sekolah rakyat, hingga penyediaan rumah adat bagi masyarakat setempat.
Edukasi Karhutla dan Penanganan Bencana Alam
Selain isu rekrutmen TNI bagi masyarakat adat Dayak, Presiden Prabowo menaruh perhatian besar pada penanganan kebakaran hutan dan lahan. Kepala Negara secara khusus memberikan arahan kepada jajaran Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk terjun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat di tingkat desa mengenai bahaya pembakaran hutan dan lahan.
Tiba di Penutupan Muktamar NU, Prabowo Disambut Gus Kikin dan Rais Aam

Teddy menyampaikan melalui akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet pada Sabtu (29/8) malam bahwa edukasi Babinsa ditujukan agar warga bersama-sama aparat dapat menjaga kelestarian hutan dan lahan secara terpadu.
Dalam kesempatan rapat yang sama, Presiden Prabowo juga meminta laporan terkini terkait penanganan sejumlah bencana alam di berbagai daerah di Indonesia. Laporan penanggulangan yang diminta Kepala Negara antara lain mencakup penanganan pascagempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), serta penanganan dampak erupsi Gunung Merapi.






