Pemerintah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri kembali merilis data kependudukan nasional untuk periode semester I tahun 2026. Data resmi ini dihimpun berdasarkan kondisi per 30 Juni 2026. Pemerintah secara rutin menerbitkan laporan kependudukan sebanyak dua kali dalam satu tahun, yakni untuk semester I per 30 Juni dan semester II per 31 Desember. Dari pencatatan terbaru ini, jumlah penduduk Indonesia tercatat telah mencapai 290.125.073 jiwa.
Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan jika dibandingkan dengan data pada periode sebelumnya. Pada semester II tahun 2025, populasi Indonesia tercatat sebanyak 288.315.089 jiwa, yang berarti terjadi penambahan sekitar 1.809.984 jiwa. Dari total populasi terkini, sebaran menurut jenis kelamin menunjukkan jumlah penduduk laki-laki mencapai 146.402.289 jiwa, sedangkan penduduk perempuan berjumlah 143.722.784 jiwa. Selain itu, konsentrasi persebaran penduduk masih terpusat di Pulau Jawa, yang menampung lebih dari 55 persen dari total populasi di tanah air.
Melihat komposisi berdasarkan kelompok usia, struktur demografi Indonesia saat ini didominasi oleh Generasi Z, yang disusul oleh Generasi Milenial. Kelompok Generasi Z, yang berada pada rentang usia 14 hingga 29 tahun, menjadi kelompok mayoritas dengan jumlah mencapai 75.369.876 jiwa atau 25,98 persen dari total penduduk. Sementara itu, Generasi Milenial yang berada di rentang usia 30 hingga 45 tahun menempati posisi kedua dengan kontribusi sebesar 23,62 persen atau sebanyak 68.535.021 jiwa.
Daryono Gempa Pangalengan Bukan Pertanda Pasti Adanya Gempa Besar

Di bawah kedua generasi dominan tersebut, terdapat Generasi X yang berusia 46 hingga 61 tahun dengan jumlah 55.511.699 jiwa atau 19,13 persen. Hampir berimbang dengan Generasi X, kelompok Generasi Alfa pada usia 2 hingga 13 tahun tercatat sebanyak 55.417.832 jiwa atau sebesar 19,10 persen. Kelompok Generasi Beta pada usia 0 hingga 1 tahun berjumlah 5.414.771 jiwa atau 1,87 persen dari total penduduk. Secara umum, sekitar 69,3 persen dari keseluruhan populasi Indonesia berada dalam rentang usia produktif.
Untuk kelompok usia yang lebih tua, data Kementerian Dalam Negeri mencatat keberadaan kelompok Baby Boomers dengan rentang usia 62 hingga 80 tahun sebanyak 26.628.236 jiwa atau 9,18 persen. Kelompok ini disusul oleh Silent Generation yang berusia 81 hingga 98 tahun dengan jumlah 3.212.048 jiwa atau 1,11 persen. Adapun kelompok Old Generation dengan usia di atas 98 tahun tercatat sebanyak 35.590 jiwa atau 0,01 persen. Di antara kelompok lanjut usia ini, penduduk tertua di Indonesia berusia 118 tahun dan tercatat sebagai warga Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Sementara itu, penduduk tertua kedua berusia 117 tahun dan merupakan warga Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.
Sebulan Gempa NTT, Warga Palue Masih Tinggal di Pengungsian

Pencatatan sipil juga menunjukkan data mengenai sebaran zodiak penduduk. Tiga kelompok zodiak yang paling banyak dimiliki oleh masyarakat Indonesia adalah Cancer dengan 34.784.044 jiwa, diikuti oleh Taurus sebanyak 26.494.898 jiwa, dan Gemini sebanyak 26.081.653 jiwa. Pergeseran struktur demografi yang kini didominasi oleh kalangan muda membawa dinamika tersendiri. Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Teguh Setyabudi, mengemukakan bahwa perubahan struktur demografi tersebut menuntut pemerintah untuk mengubah cara berkomunikasi dengan masyarakat.






