Operasi pencarian dan evakuasi korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa memasuki hari keempat pada Rabu (16/9). Dari total 243 penumpang dan kru kapal yang melakukan perjalanan sejak akhir pekan lalu, sebanyak 114 korban telah ditemukan dengan enam orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia, sementara 129 orang lainnya masih dalam pencarian.
Di tengah proses evakuasi yang terus berjalan, Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri memastikan jasad korban yang meninggal dunia akibat tenggelam tetap bisa diidentifikasi oleh tim medis forensik. Kepastian tersebut berlaku selama kondisi jenazah belum melewati batas waktu proses pembusukan.
Kepala Biro Kedokteran Kepolisian (Karodokpol) Pusdokkes Polri Brigjen Sumy Hastry Purwanti menjelaskan bahwa faktor penentu dalam pemeriksaan forensik korban air adalah fase pembusukan jaringan tubuh. Di lingkungan perairan, proses dekomposisi jasad berlangsung lebih cepat dibandingkan di daratan.
Kru Musik KM Virgo Asal Maros Belum Ditemukan, Keluarga Harapkan Hasbiah Selamat

Menurut Hastry, kerusakan fisik pada jenazah korban tenggelam biasanya mulai terjadi setelah lebih dari lima hari berada di dalam air. Kendati demikian, tim ahli forensik tetap mengerahkan metode identifikasi komprehensif untuk memastikan identitas setiap korban yang berhasil dievakuasi.
Untuk mendukung penanganan korban, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Indonesia telah dikerahkan ke lapangan. Struktur tim DVI yang berada di setiap Kepolisian Daerah (Polda) di bawah koordinasi Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) telah disiagakan guna mempercepat proses identifikasi forensik.
Dalam pelaksanaannya, tim DVI berkoordinasi secara intensif dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta pemangku kepentingan terkait. Posko Post Mortem juga telah resmi dibuka di dua titik strategis, yakni di Surabaya dan Banjarmasin, guna menerima serta mencocokkan data jenazah yang ditemukan.
Menkum Akan Kukuhkan Pengurus Perkapi dalam Raker Perdana 18 September

KM Virgo Transport 8 sebelumnya dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita. Kapal pengangkut penumpang dan awak tersebut tengah menempuh rute pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin setelah bertolak pada Sabtu (12/9).
Upaya pencarian 129 korban yang masih hilang terus diperluas oleh Tim SAR Gabungan yang melibatkan kekuatan Basarnas, TNI, Polri, dan BNPB. Area penyisiran di wilayah perairan Laut Jawa kini diperlebar hingga mencakup luasan 6.120 mil laut persegi (NM虏) yang terbagi ke dalam enam sektor pencarian, dengan luas masing-masing sektor mencapai sekitar 1.020 NM虏.






