Pertamina Talks Episode 2 hadir dengan penyegaran konsep dalam menyajikan pembahasan seputar isu keberlanjutan. Mengusung format mini drama yang mengambil latar di SPBU Pertamina dan gerai Bright Store by Pertamina, program ini dirancang khusus agar lebih relevan serta memikat perhatian generasi muda, termasuk Gen Z yang akrab dengan lingkungan stasiun pengisian bahan bakar tersebut.
Keseruan acara dipandu oleh duo komedian dan podcaster Duo Bahlul, yakni Sahil Mulachela dan Kamal Rasyid. Lewat sentuhan humor dan gaya komunikasi yang santai, tayangan ini membawakan isu-isu strategis tanpa menghilangkan substansi penting mengenai transformasi industri energi.
Topik utama yang diangkat dalam Pertamina Talks Episode 2 mencakup arah transformasi sektor energi nasional, komitmen keberlanjutan (sustainability) PT Pertamina (Persero), hingga potensi green jobs bagi generasi muda. Melalui dialog interaktif, penonton diajak mengenali kontribusi nyata sektor energi terhadap pelestarian lingkungan.
UKM Tetap Resilien, Sektor Produktif Penopang Ekonomi Semester I-2026

Salah satu inisiatif yang dibahas secara mendalam adalah fasilitas UCollect Box yang dihadirkan Pertamina. Fasilitas ini memungkinkan masyarakat mengumpulkan dan menukarkan minyak jelantah atau minyak goreng bekas untuk mendapatkan imbalan uang. Selain memberikan pemasukan tambahan, pengelolaan minyak jelantah ini berkontribusi langsung dalam mengurangi dampak buruk limbah terhadap kelestarian lingkungan.
Tenaga Ahli Energi Berkelanjutan (Sustainable Energy Expert) sekaligus pendiri Komodo Water, Shana Fatina, menjelaskan bahwa skema penukaran minyak jelantah tersebut merupakan bagian dari penerapan konsep ekonomi sirkular yang terintegrasi langsung dengan aktivitas masyarakat.
Cahaya Matahari & Angin Jadi Sumber Energi di Lahan Pertanian Kalijaran

Pada kesempatan yang sama, Direktur Transformasi & Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono, memaparkan bahwa pemanfaatan minyak jelantah terus didorong oleh Pertamina sebagai bahan baku produksi Sustainable Aviation Fuel (SAF). Bahan bakar alternatif untuk armada pesawat terbang ini tercatat telah digunakan oleh berbagai maskapai penerbangan, baik di tingkat domestik maupun internasional.






