berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Nasional

Perkembangan Aktivitas Gunung Merapi dan Detail Laporan Kegempaan Terbaru BPPTKG

Yolanda RumbayanDiterbitkan 8 Agu 2026 - 14.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Perkembangan Aktivitas Gunung Merapi dan Detail Laporan Kegempaan Terbaru BPPTKG
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah masih terus menunjukkan aktivitas vulkanik yang dinamis. Hingga saat ini, status kebencanaan gunung api aktif tersebut masih dipertahankan pada tingkat Level III atau SIAGA. Karakteristik erupsinya saat ini didominasi oleh tipe erupsi efusif yang memicu guguran lava pijar serta awan panas secara berkala.

Untuk memudahkan masyarakat dalam memahami perkembangan situasi terkini di sekitar lereng Merapi, berikut adalah rangkuman tanya jawab mengenai aktivitas vulkanik terbaru berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Bagaimana rincian guguran lava dan awan panas yang terjadi belakangan ini?

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur

Selama kurun waktu sepekan, tepatnya dari periode Jumat (31/7) hingga Kamis (6/8), BPPTKG mencatat telah terjadi awan panas guguran sebanyak 117 kali. Namun, jarak luncur dari seluruh awan panas tersebut tidak dapat teramati secara visual oleh petugas lapangan. Di sisi lain, guguran lava pijar terdeteksi meluncur ke beberapa sektor sungai yang berhulu di puncak Merapi. Aliran ke arah hulu Kali Sat/Putih mengalami intensitas guguran paling tinggi dengan catatan sebanyak 64 kali luncuran yang mencapai jarak maksimum hingga 2.000 meter. Sementara itu, guguran ke hulu Kali Krasak terdeteksi sebanyak 27 kali dengan jarak maksimum sejauh 2.000 meter. Di Kali Boyong, teramati sebanyak 18 kali guguran ke arah hulu dengan jarak luncur maksimal mencapai 2.000 meter. Terakhir, guguran ke hulu Kali Bebeng terjadi sebanyak 8 kali dengan jarak maksimum hingga 1.600 meter. Selain pemantauan mingguan tersebut, pada pengamatan harian yang dilakukan antara pukul 00:00 sampai 06:00 WIB, guguran lava dari Gunung Merapi juga dilaporkan meluncur secara spesifik ke arah Kali Bebeng.

Bagaimana kondisi kubah lava di puncak Gunung Merapi saat ini?

Baca Juga

Rencana Pemerintah Perbaiki Kualitas Buku Pelajaran SD hingga SMA

Rencana Pemerintah Perbaiki Kualitas Buku Pelajaran SD hingga SMA

Kondisi kubah lava dipantau secara berkala menggunakan teknologi foto udara dan analisis termal. Berdasarkan survei drone yang dilakukan pada tanggal 1 Agustus 2026, volume Kubah Barat Daya tercatat mengalami peningkatan sebesar 18.400 meter kubik. Dengan penambahan tersebut, total volume Kubah Barat Daya kini diperkirakan mencapai 4.039.600 meter kubik. Sebaliknya, volume Kubah Tengah saat ini tidak dapat diukur atau dihitung oleh tim ahli karena sebagian area kubah tersebut tertutup oleh kepulan asap tebal. Meskipun terjadi pertumbuhan volume pada salah satu kubah, analisis foto termal menunjukkan bahwa suhu pada kedua kubah lava tersebut masih relatif stabil di angka 243 derajat Celsius. Selain itu, aktivitas pelepasan gas dari kawah utama ditandai dengan embusan asap berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal, bertekanan lemah, dan ketinggian berkisar antara 10 hingga 250 meter di atas puncak.

Seperti apa rincian kegempaan yang tercatat di Gunung Merapi?

Selama periode pengamatan mingguan dari tanggal 31 Juli hingga 6 Agustus tersebut, intensitas kegempaan secara umum terdeteksi lebih tinggi dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Jaringan seismik yang dioperasikan oleh BPPTKG merekam berbagai aktivitas gempa internal maupun eksternal. Rincian kegempaan tersebut meliputi 692 kali Gempa Guguran (RF), 614 kali Gempa Fase Banyak (MP), 84 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 15 kali Gempa Tektonik (TT), dan 1 kali Gempa Awan Panas Guguran (APG).

Apakah ada ancaman bahaya lahar dingin di sungai-sungai hulu?

Baca Juga

Coco Gauff Tundukkan Maria Sakkari di Toronto, Tembus Babak 16 Besar

Coco Gauff Tundukkan Maria Sakkari di Toronto, Tembus Babak 16 Besar

Meskipun aktivitas vulkanik di puncak tergolong tinggi, ancaman sekunder berupa aliran lahar dingin di sungai-sungai yang berhulu di Merapi terpantau masih minim. Selama periode pengamatan mingguan tersebut, tidak ada curah hujan yang tercatat di Pos Pengamatan Gunung Merapi. Akibat nihilnya hujan di area puncak dan lereng, petugas tidak melaporkan adanya penambahan aliran air maupun lahar dingin pada aliran sungai-sungai yang berhulu di gunung tersebut.

Apakah ada catatan aktivitas penting lainnya di luar periode pemantauan mingguan tersebut?

Dinamika aktivitas Gunung Merapi memang kerap berubah dengan cepat. Data historis mencatat beberapa kejadian penting lainnya, seperti pada hari Senin (22/7) pukul 04.04 WIB, ketika BPPTKG Yogyakarta melaporkan terjadinya satu kali peristiwa awan panas guguran. Di samping itu, pernah pula tercatat intensitas guguran lava yang sangat padat, di mana sebanyak 43 kali guguran lava terjadi hanya dalam kurun waktu 12 jam. Catatan kegempaan pada periode mingguan yang berbeda juga menunjukkan fluktuasi yang tinggi. Sebagai contoh, pada pekan yang berlangsung dari Jumat (27/9) hingga Kamis (3/10), seismograf di pos-pos pengamatan mendeteksi total 1.026 kali gempa di puncak Gunung Merapi. Aktivitas seismik pada kurun waktu tersebut sangat didominasi oleh gempa guguran yang tercatat sebanyak 963 kali kejadian. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti arahan dari BPPTKG dan instansi pemerintah setempat guna meminimalkan risiko bencana, mengingat status Merapi yang masih berada di Level III (Siaga).

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

bencana alamMitigasi BencanaGunung MerapiBPPTKG

Berita Terbaru Lainnya

Penyaluran Pay Later Tembus Belasan Triliun Rupiah, Bukti Masyarakat Kian Gemar Belanja Tunda BayarRencana Pemerintah Perbaiki Kualitas Buku Pelajaran SD hingga SMACoco Gauff Tundukkan Maria Sakkari di Toronto, Tembus Babak 16 BesarKebakaran Lahan Hanguskan 30 Hektare Kawasan Taman Nasional Gunung RinjaniCara Berkolaborasi Menjaga Keamanan dan Ketertiban Jakarta demi Indonesia yang KuatPemerintah Matangkan Pembaruan Buku Pelajaran Nasional atas Arahan PresidenKebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta dan Proses PenanganannyaKAI dan Investor Asing Lirik Proyek Kereta Trans Sumatra serta Trans Kalimantan

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap