Pemerintah terus berupaya meningkatkan bauran energi baru terbarukan di tanah air, salah satunya dengan mengoptimalkan potensi energi air. Dalam dokumen perencanaan strategis Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) untuk periode tahun 2025 hingga 2034, sektor pembangkit hidro mendapatkan porsi pengembangan yang cukup signifikan. Peta jalan ini dirancang untuk memandu arah pembangunan infrastruktur kelistrikan nasional selama satu dekade ke depan.
Detail mengenai rencana pembangunan ini disampaikan oleh Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero), Suroso Isnandar. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian acara Indonesia Hydropower Summit 2026 yang diselenggarakan di Kantor PLN, Jakarta Selatan. Dalam kesempatan tersebut, dipaparkan bahwa penyediaan infrastruktur listrik berbasis air ini akan melibatkan kolaborasi erat antara badan usaha milik negara dan sektor swasta.








