Kinerja keuangan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI pada paruh pertama tahun 2026 menunjukkan dua sisi yang berbeda. Meskipun perusahaan mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang positif dari sektor operasional intinya, laba bersih yang dibukukan justru mengalami penyusutan yang cukup tajam. Situasi ini memunculkan berbagai pertanyaan mengenai kondisi keuangan badan usaha milik negara yang bergerak di sektor transportasi kereta api tersebut. Berikut adalah rincian informasi berdasarkan laporan keuangan terbaru KAI Group.
Bagaimana rincian penurunan laba PT Kereta Api Indonesia (Persero) pada semester I 2026?
Pada paruh pertama tahun 2026, KAI mengalami penurunan laba yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Perusahaan membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 842,69 miliar pada semester I 2026. Angka tersebut turun tajam dari capaian laba sebelum pajak yang tercatat sebesar Rp 1,86 triliun pada semester I 2025. Sementara itu, laba tahun berjalan yang berhasil dibukukan oleh KAI juga menyusut menjadi Rp 314,03 miliar, padahal pada periode yang sama di tahun sebelumnya angka tersebut mampu mencapai Rp 1,18 triliun.








