berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Teknologi

Penyebab dan Dampak Tabrakan Roket Falcon 9 SpaceX di Bulan

Usat BalangDiterbitkan 7 Agu 2026 - 12.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Penyebab dan Dampak Tabrakan Roket Falcon 9 SpaceX di Bulan
Foto/Ilustrasi: tirto.id.
A-A+

Peristiwa langka di luar angkasa kembali menarik perhatian dunia ketika bagian dari roket Falcon 9 milik perusahaan SpaceX dilaporkan menabrak permukaan bulan. Insiden ini terjadi pada hari Rabu, 5 Agustus 2026, sekitar pukul 13.35 Waktu Indonesia Barat (WIB). Tabrakan tersebut mengakhiri perjalanan panjang komponen roket yang telah melayang bebas tanpa arah di ruang hampa udara selama hampir satu tahun sebelum akhirnya tertarik oleh gravitasi dan menghantam satelit alami bumi tersebut.

Benda luar angkasa yang menabrak bulan ini bukanlah keseluruhan roket utuh, melainkan bagian tahap atas atau upper stage dari Falcon 9 yang telah menyelesaikan tugas utamanya. Bagian roket ini memiliki dimensi yang cukup besar, dengan bobot mencapai sekitar 4 ton dan panjang lebih dari 12 meter. Riwayat perjalanannya dimulai pada Januari 2025, saat roket tersebut diluncurkan untuk membawa dua wahana pendarat bulan, yaitu Blue Ghost dan Resilience. Setelah melepaskan kedua wahana tersebut ke jalurnya, bagian tahap atas roket ini ditinggalkan di luar angkasa hingga akhirnya kehilangan kendali.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur

Pihak SpaceX sendiri telah memberikan klarifikasi resmi mengenai kejadian ini untuk menghindari kesalahpahaman publik. Perusahaan kedirgantaraan swasta tersebut menegaskan bahwa benturan yang terjadi pada bulan Agustus ini sama sekali tidak disengaja dan bukan merupakan bagian dari rencana misi yang telah disusun sebelumnya. Selama hampir setahun mengapung secara pasif di ruang hampa, lintasan roket ini terus bergeser secara perlahan tanpa bisa dikendalikan dari bumi. Pergeseran rute terbang bebas tersebut dipengaruhi oleh kombinasi tarikan gaya gravitasi dari bumi, bulan, dan matahari. Selain pengaruh gravitasi dari ketiga benda langit besar tersebut, tekanan konstan dari angin matahari juga turut mendorong dan mengubah arah pergerakan sampah antariksa ini hingga akhirnya mengarah langsung ke titik tabrakan di permukaan bulan.

Baca Juga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Ketika menghantam permukaan bulan, bagian roket Falcon 9 ini melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi dan merusak. Kecepatannya diperkirakan mencapai sekitar 8.690 kilometer per jam atau setara dengan 5.400 mil per jam. Dengan kecepatan luar biasa serta bobot benda yang mencapai 4 ton, benturan keras ini diperkirakan langsung membentuk sebuah kawah baru di permukaan bulan yang sebelumnya rata. Para ahli mengestimasi kawah benturan yang terbentuk memiliki diameter sekitar 20 meter dengan kedalaman mencapai 5 meter. Dampak dari tabrakan hebat ini juga menyemburkan material berupa debu halus dan serpihan batuan bulan hingga melambung tinggi sampai puluhan kilometer ke angkasa luar sebelum akhirnya jatuh kembali.

Meskipun tabrakan ini menghasilkan efek fisik yang cukup masif di permukaan bulan, peristiwa tersebut tidak dapat direkam atau didokumentasikan secara visual langsung menggunakan kamera optik biasa pada saat kejadian. Hal ini disebabkan oleh posisi jatuhnya roket yang berada di dekat garis terminator bulan, yaitu wilayah batas transisi antara area terang yang tersorot sinar matahari dan area gelap yang tidak mendapatkan cahaya. Posisi geografis di bulan yang demikian membuat lokasi tabrakan sangat sulit untuk dipantau secara langsung dari bumi menggunakan peralatan teleskop konvensional biasa. Kendati demikian, para astronom tetap berhasil melacak dampak kejadian ini dengan metode ilmiah lainnya.

Baca Juga

Cara Menjadikan Kerja Perawatan sebagai Bentuk Perlawanan terhadap Opresi

Cara Menjadikan Kerja Perawatan sebagai Bentuk Perlawanan terhadap Opresi

Upaya pemantauan terhadap dampak tabrakan akhirnya membuahkan hasil melalui bantuan teknologi observasi mutakhir yang ada di bumi. Sebuah teleskop canggih yang berada di negara Chile berhasil mendeteksi adanya semburan debu yang membubung tinggi akibat tabrakan tersebut. Secara lebih spesifik, instrumen Very Large Telescope (VLT) milik European Southern Observatory (ESO) yang beroperasi di Chile berhasil menangkap jejak spektrum dari material yang terlempar ke angkasa. Teleskop pemantau sensitif ini mendeteksi pancaran unsur kimia berupa natrium dan litium yang melayang di sekitar lokasi tabrakan selama kurang lebih lima hingga sepuluh menit setelah benturan terjadi.

Penemuan jejak spektrum natrium dan litium ini memberikan informasi berharga bagi para ilmuwan mengenai komposisi material yang terlibat dalam tabrakan. Berdasarkan analisis awal, unsur natrium yang terdeteksi diduga kuat berasal dari tanah bulan itu sendiri yang ikut terpental ke atas akibat kekuatan benturan roket. Sementara itu, unsur litium yang tertangkap oleh instrumen teleskop kemungkinan besar bersumber dari material penyusun bagian roket Falcon 9 milik SpaceX yang hancur saat menabrak permukaan. Peristiwa ini memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana sampah antariksa dapat berinteraksi dengan benda-benda langit di tata surya kita.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

SpaceXFalcon 9Eksplorasi BulanAntariksa

Berita Terbaru Lainnya

Impor Barang Konsumsi Melonjak, Menperin Dorong Penguatan Perlindungan Industri Dalam NegeriTerminal LPG Tanjung Sekong Raih Sertifikasi Green Terminal Pertama di DuniaJadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingCara Menjadikan Kerja Perawatan sebagai Bentuk Perlawanan terhadap OpresiKomitmen Rico Tri Putra Waas Membangun Medan Lewat Kolaborasi dan Rasa Cinta DaerahPemerintah Perkuat Proyek Food Estate Kalimantan Tengah dengan Manajemen Risiko Lintas SektorInvestasi S&P 500 dan Nasdaq Lewat Tokenized ETF Berbasis BlockchainHasil Autopsi Mantan Istri Polisi di Medan, Dokter Forensik Jelaskan Asal-usul Lebam

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

Nasional

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  4. 4Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di KonserNasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap