Apa yang membuat ekspansi energi bersih di China bergerak begitu pesat, dan bukti konkret apa yang baru saja dicatat oleh industri nuklir negara tersebut dalam beberapa waktu terakhir? Jawabannya terlihat jelas dari peresmian operasi komersial unit kedua Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Taipingling yang terletak di Provinsi Guangdong pada hari Senin. Langkah operasional ini bukan sekadar penambahan fasilitas pembangkit daya biasa, melainkan penanda penting atas rampungnya tahap pertama proyek PLTN Taipingling secara penuh. Kehadiran unit baru ini mempertegas komitmen berkelanjutan negara tersebut dalam memperkuat keandalan pasokan energi bersih di kawasan pesisir yang tumbuh sangat pesat.
Fasilitas PLTN Taipingling secara spesifik berlokasi di Kabupaten Huidong, Kota Huizhou, Provinsi Guangdong. Pembangkit listrik ini mengandalkan teknologi Hualong One, yaitu reaktor nuklir generasi ketiga hasil pengembangan mandiri dari pihak China. Penggunaan teknologi tersebut menjadi pencapaian bersejarah tersendiri karena proyek ini resmi menjadi pembangkit listrik tenaga nuklir pertama di Kawasan Teluk Besar Guangdong-Hong Kong-Makau yang mengadopsi teknologi Hualong One. Keandalan dan tingkat keamanan reaktor ini didukung oleh pemenuhan standar keselamatan global tertinggi. Sebelum unit kedua mulai beroperasi secara komersial pada hari Senin, unit pertama dari PLTN Taipingling ini telah lebih dulu beroperasi secara aktif sejak bulan April 2026.








