berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Teknologi

Pendampingan Digital Lebih Utama Dibanding Memata-matai HP Anak

Yolanda RumbayanDiterbitkan 8 Agu 2026 - 01.11 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pendampingan Digital Lebih Utama Dibanding Memata-matai HP Anak
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Orang tua sering kali menghadapi dilema besar ketika harus mengawasi penggunaan ponsel pintar atau HP pada anak-anak mereka. Di satu sisi, ada kekhawatiran mengenai konten yang tidak pantas atau durasi penggunaan yang berlebihan. Di sisi lain, tindakan memata-matai secara diam-diam berisiko merusak hubungan saling percaya antara orang tua dan anak. Menjawab tantangan ini, American Academy of Pediatrics (AAP) merilis pedoman terbaru mereka untuk membantu para orang tua menavigasi era digital dengan lebih bijak.

Pedoman terbaru dari AAP tersebut diterbitkan dalam jurnal Pediatrics. Dalam laporannya, AAP menekankan bahwa metode terbaik dalam menjaga keamanan anak di dunia maya bukanlah dengan cara mengawasi secara diam-diam atau mengontrol setiap aktivitas anak secara ketat. Sebaliknya, pendekatan yang jauh lebih efektif adalah membangun pendampingan digital yang sehat. Hal ini dapat dicapai melalui komunikasi yang terbuka, pembentukan rasa saling percaya, serta pengawasan yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan usia anak.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur

Pendekatan ini menjadi sangat krusial mengingat karakteristik dari ekosistem digital saat ini. Banyak platform digital modern yang sengaja dirancang untuk mempertahankan perhatian pengguna selama mungkin. Melalui sistem notifikasi yang terus-menerus, rekomendasi konten yang dipersonalisasi, serta algoritma yang canggih, anak-anak sangat rentan untuk terus terpaku pada layar gawai mereka. Tanpa adanya pendampingan dan pemahaman yang baik, anak-anak akan kesulitan melepaskan diri dari daya tarik platform digital tersebut. Oleh karena itu, sekadar melarang atau memata-matai tidak akan menyelesaikan akar masalahnya.

Sebagai langkah taktis yang nyata, AAP merekomendasikan penggunaan fitur parental control atau kontrol orang tua, khususnya bagi anak-anak yang usianya masih tergolong muda. Fitur ini bukan berfungsi sebagai alat untuk memata-matai secara rahasia, melainkan sebagai alat bantu transparan untuk menetapkan batasan yang sehat. Dengan memanfaatkan fitur kontrol orang tua ini, ayah dan ibu dapat mengatur batas waktu penggunaan layar agar anak tidak berlebihan dalam menggunakan gawai.

Baca Juga

Pembangunan AI Factory Terbesar Asia Tenggara di Indonesia Mulai Berjalan

Pembangunan AI Factory Terbesar Asia Tenggara di Indonesia Mulai Berjalan

Selain mengatur waktu, fitur parental control juga sangat berguna untuk membatasi unduhan aplikasi baru. Orang tua dapat menyaring konten yang tidak sesuai dengan usia anak agar tidak muncul di perangkat mereka. Bahkan, fitur ini memungkinkan sistem untuk meminta persetujuan orang tua terlebih dahulu sebelum anak memasang aplikasi baru di ponsel mereka. Melalui cara ini, anak tetap memiliki ruang untuk bereksplorasi secara mandiri, namun tetap berada dalam batas aman yang telah disepakati bersama.

Mengenai batas kapan anak bisa dilepas sendiri, AAP menyatakan bahwa tidak ada usia pasti yang dapat dijadikan patokan mutlak kapan seorang anak sudah benar-benar siap menggunakan smartphone tanpa pengawasan. Kesiapan setiap anak berbeda-beda dan sangat bergantung pada kedewasaan serta pemahaman mereka tentang tanggung jawab digital. Oleh karena itu, proses transisi dari pengawasan ketat ke kemandirian digital harus dilakukan secara bertahap dan didasarkan pada tingkat kepercayaan yang terbangun.

Pentingnya membangun kesadaran keamanan digital sejak dini juga tecermin dari data perilaku generasi muda saat ini. Sebagai contoh, riset yang dilakukan oleh Kaspersky mengungkap sebuah fakta yang patut menjadi perhatian. Riset tersebut menunjukkan bahwa sebanyak 57% dari Generasi Z (Gen Z) menghabiskan lebih banyak waktu mereka secara online. Namun, di sisi lain, hanya sekitar 27% dari mereka yang menggunakan antivirus di ponsel pintar mereka. Data ini menunjukkan bahwa meskipun anak-anak muda sangat aktif beraktivitas secara digital, kesadaran mereka untuk melindungi perangkat masih harus terus dipupuk.

Baca Juga

Penemuan Jasad Bos Konter HP Ambarawa di Grobogan dan Penyelidikan Kepolisian

Penemuan Jasad Bos Konter HP Ambarawa di Grobogan dan Penyelidikan Kepolisian

Tantangan pendampingan digital ini semakin nyata dengan derasnya perkembangan teknologi dan gawai baru yang terus menggoda perhatian anak-anak. Industri teknologi terus meluncurkan produk inovatif, seperti Samsung yang resmi memperkenalkan Galaxy Z Fold 8 dan Z Flip 8 dengan peningkatan RAM 12GB serta chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5. Selain itu, Honor Robot Phone juga siap meluncur pada 12 Agustus 2026 dengan kamera 200MP, chip Yuguang H1, serta kolaborasi sinematik ARRI untuk kualitas film profesional. Di masa mendatang, iPhone Air 2 juga dirumorkan meluncur pada tahun 2027 dengan chip A20 Pro 2nm, kamera ultrawide 48MP, dan Dynamic Island yang lebih kecil. Kehadiran teknologi canggih ini membuat pesan dari boy band K-pop Cortis, yang memulai tur dunia dengan pesan "Put Your Phone Down", menjadi sangat relevan bagi anak-anak agar tidak larut dalam ketergantungan gawai.

Di Indonesia sendiri, tantangan mengawasi anak di era digital ini juga dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi keluarga. Saat ini, pekerja sektor informal yang rentan masih mendominasi dengan persentase mencapai 59,30%. Bagi para orang tua di sektor ini, kesibukan bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup sering kali membatasi waktu mereka untuk memberikan pengawasan digital yang intensif. Oleh karena itu, pemanfaatan fitur kontrol orang tua yang praktis menjadi solusi yang sangat membantu untuk memantau aktivitas digital anak di tengah kesibukan kerja.

Membangun komunikasi yang sehat mengenai teknologi juga dapat membantu anak memahami risiko di dunia digital, termasuk pentingnya menjaga keamanan perangkat mereka. Alih-alih bertindak seperti pengintai yang memantau setiap ketukan layar secara diam-diam, orang tua didorong untuk menjadi mentor digital bagi anak-anak mereka. Dengan menjadi mentor, orang tua dapat berdiskusi secara terbuka mengenai alasan di balik pembatasan waktu layar atau penyaringan konten tertentu. Diskusi dua arah ini akan membantu anak memahami bahwa aturan yang dibuat bukan untuk mengekang, melainkan untuk melindungi mereka. Pada akhirnya, menjaga keamanan anak di era digital adalah tentang membangun fondasi hubungan yang kuat antara orang tua dan anak.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kesehatan Anakparenting digitalkeamanan gawaiAAP

Berita Terbaru Lainnya

Perluasan Infrastruktur SPKLU PLN Menjawab Lonjakan Kebutuhan Daya Kendaraan ListrikRencana Penambahan Sekolah Rakyat Baru di MakassarKemenpar Sediakan Lahan Poltekpar NHI Bandung untuk Pembangunan Sekolah RakyatMenteri Kebudayaan Dorong Museum Pos Indonesia Jadi Ruang Edukasi ModernKBPBI Apresiasi Komitmen Kapolri dalam Mengawal Pembahasan RUU KetenagakerjaanPenyidikan Kasus TPPU Eks Jampidsus, Kejagung Fokus Dalami Peran Tiga TersangkaFebrie Adriansyah Kembali ke Rutan KPK Usai Diperiksa Tujuh Jam di Kejaksaan AgungDPRD DKI Jakarta Bakal Sidak Acak Ratusan Vendor Pengelola Sampah

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

Nasional

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  4. 4Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di KonserNasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap