Pemerintah pusat telah mencairkan dana bantuan kemasyarakatan sebesar Rp200 miliar untuk mempercepat penanganan dampak gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Alokasi bantuan tersebut disalurkan secara bertahap kepada otoritas daerah. Pemerintah Provinsi NTT menerima kucuran dana sebesar Rp40 miliar, sementara kabupaten terdampak di Pulau Flores masing-masing dialokasikan sebesar Rp20 miliar. Daerah yang memperoleh dukungan anggaran penanganan gempa ini meliputi Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Ngada, Nagekeo, dan Sikka.
Selain wilayah terdampak gempa, Kabupaten Flores Timur juga tetap menerima kucuran bantuan dari pemerintah pusat. Wilayah tersebut mendapat perhatian khusus karena tengah menghadapi dampak aktivitas erupsi Gunung Lewotobi yang telah berlangsung selama dua tahun.
BNPB Ungkap Jumlah Total Pengungsi Korban Gempa NTT 179.037 Jiwa

Penegasan Pemanfaatan Dana Bencana
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal Suharyanto menegaskan bahwa dana bantuan kemasyarakatan tersebut telah diterima oleh jajaran pemerintah daerah setempat. Ia mengingatkan para kepala daerah agar tidak mengalihkan peruntukan anggaran di luar penanganan darurat dan pemulihan bencana.
"Kami juga sudah sampaikan ke bupati. Bantuan itu tidak boleh digunakan hal yang lain kecuali untuk menangani bencana," ujar Suharyanto.
Mitigasi Gempa Bumi di Indonesia Harus Berbasis Karakteristik Wilayah

Di samping anggaran dari pemerintah pusat, jajaran Polri turut menggalang bantuan internal untuk mendukung percepatan pemulihan di daerah terdampak. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa dana yang berhasil dihimpun dari para personel mencapai Rp12,68 miliar. Seluruh dana tersebut telah disalurkan kepada masing-masing Kapolda untuk segera didistribusikan kepada warga yang terdampak.






