Presiden Prabowo Subianto menyalurkan bantuan dana senilai Rp 200 miliar untuk mendukung percepatan penanganan bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dari total anggaran tersebut, alokasi sebesar Rp 40 miliar diserahkan kepada Pemerintah Provinsi NTT. Sementara itu, sisa dana didistribusikan merata masing-masing Rp 20 miliar ke delapan kabupaten terdampak, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Ngada, Nagekeo, Sikka, dan Flores Timur.
Korban Gempa NTT Capai 105 Orang, 6.094 Pengungsi Mulai Kembali ke Rumah

Kepastian penyaluran bantuan disampaikan saat Presiden Prabowo memimpin rapat penanganan bencana di Markas Yonif 834/WM, Kabupaten Nagekeo, Rabu (26/8/2026). Dalam forum tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto mengonfirmasi bahwa bantuan Rp 20 miliar untuk masing-masing daerah telah diterima oleh pemerintah kabupaten terkait. Suharyanto mengingatkan para bupati agar anggaran tersebut digunakan khusus untuk kebutuhan tanggap darurat dan penanganan bencana.
Selain memimpin rapat koordinasi, Presiden Prabowo mendatangi langsung para korban terdampak gempa di Nagekeo. Kepala Negara menyampaikan duka cita mendalam kepada masyarakat NTT yang terdampak musibah serta memastikan pemerintah pusat akan terus memantau perkembangan, mengirimkan pasokan bantuan, mendampingi warga, dan melaksanakan perbaikan.
Prabowo Kunjungi Korban Gempa NTT, Sekolah di Tenda Dulu

Sebagai langkah mitigasi jangka panjang, Presiden juga mendorong pemerintah daerah mendirikan lumbung-lumbung cadangan logistik untuk mengantisipasi keadaan darurat, dengan kesiapan pemerintah pusat memberikan dukungan pembangunan bila diperlukan. Atas dukungan tersebut, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden atas penanganan cepat bagi masyarakat terdampak.






