Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah pengungsi akibat bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) kini mencapai 179.037 orang. Angka tersebut tercatat setelah adanya penurunan sebanyak 6.094 jiwa yang telah meninggalkan pos pengungsian.
BNPB menegaskan warga yang kembali ke rumah masing-masing melakukan kepulangan secara sukarela tanpa paksaan. Untuk memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi di kediaman, BNPB menyalurkan perlengkapan serta pasokan makanan bagi para warga yang memilih pulang.
Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Palu Ditangkap, Teman Suami Korban

Sebagai langkah penanganan tempat tinggal yang terdampak, pemerintah menyiapkan skema bantuan perbaikan dan relokasi. Warga dengan rumah rusak ringan menerima bantuan perbaikan senilai Rp15 juta, sementara kategori rusak sedang dialokasikan sebesar Rp30 juta. Bagi bangunan berkategori rusak berat, pemerintah biasanya menyiapkan penggantian unit hunian, meski kepastian lokasi pembangunan鈥攁pakah tetap di tempat asal atau direlokasi鈥攎asih menunggu informasi lebih lanjut.
Sejak bencana utama terjadi, BNPB mendata telah terjadi 7.492 kali gempa susulan dengan rentang magnitudo 1 hingga M6,2, dan 143 kejadian di antaranya dirasakan oleh masyarakat. Rangkaian gempa susulan ini diperkirakan masih berpotensi berlangsung selama 3 hingga 4 pekan sejak gempa pertama.
Mendagri Tito Pastikan Adminduk & Bantuan Presiden untuk Korban Gempa NTT

Distribusi bantuan logistik ke lokasi bencana terus berjalan melalui pos pendukung nasional di Bandara Halim Perdanakusuma. Pada 26 Agustus, pos tersebut menerima 127 ton bantuan dan langsung menyalurkan 121 ton ke NTT. Secara keseluruhan, total 1.682 ton logistik telah dikirimkan melalui pos Halim Perdanakusuma, mencakup 1.112 ton untuk wilayah Labuan Bajo dan 570 ton menuju Maumere.






