berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Nasional

Pemerintah Perkuat Proyek Food Estate Kalimantan Tengah dengan Manajemen Risiko Lintas Sektor

Bambang SetiawanDiterbitkan 7 Agu 2026 - 11.14 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pemerintah Perkuat Proyek Food Estate Kalimantan Tengah dengan Manajemen Risiko Lintas Sektor
Foto/Ilustrasi: news.republika.co.id.
A-A+

Pemerintah memutuskan untuk menerapkan Manajemen Risiko Pembangunan Nasional (MRPN) lintas sektor guna memperkuat proyek food estate di Kalimantan Tengah. Langkah taktis ini diambil demi meningkatkan efektivitas proyek secara keseluruhan, mengoptimalkan pemanfaatan lahan, serta mendukung target swasembada pangan nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan bahwa pemerintah kini berfokus menutup berbagai celah yang di masa lalu menyebabkan proyek serupa tidak mencapai hasil maksimal.

Upaya penguatan ini menjadi sangat krusial mengingat sejarah panjang proyek ketahanan pangan di Indonesia. Proyek Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KPEAN) ini tercatat telah beberapa kali dijalankan, tepatnya pada tahun 1995, 1999, 2020, hingga berlanjut pada era pemerintahan saat ini. Berdasarkan evaluasi pemerintah, pelaksanaan di masa-masa tersebut belum membuahkan hasil yang memuaskan bagi ketahanan pangan nasional, sehingga diperlukan perubahan strategi yang mendasar melalui manajemen risiko yang matang.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur

Berikut adalah beberapa informasi penting dan jawaban atas pertanyaan yang sering diajukan terkait pengembangan proyek food estate di Kalimantan Tengah dengan sistem manajemen risiko yang baru.

Apa sebenarnya yang membedakan proyek food estate kali ini dengan proyek-proyek pada tahun sebelumnya?

Perbedaan mendasar pada proyek kali ini terletak pada penerapan manajemen risiko lintas sektor yang terintegrasi melalui skema MRPN. Pemerintah tidak lagi berjalan sendiri-sendiri per kementerian, melainkan melibatkan kolaborasi erat antara Kementerian Pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur, serta Kejaksaan Agung. Langkah ini bertujuan untuk memastikan setiap tahapan proyek memiliki pengawasan ketat, baik dari sisi teknis pertanian, pembangunan infrastruktur pendukung, hingga aspek kepatuhan hukum guna menghindari kegagalan operasional yang pernah terjadi pada masa lalu.

Baca Juga

Terminal LPG Tanjung Sekong Raih Sertifikasi Green Terminal Pertama di Dunia

Terminal LPG Tanjung Sekong Raih Sertifikasi Green Terminal Pertama di Dunia

Mengapa pemerintah memutuskan untuk memfokuskan pengembangan hanya pada lahan di luar kawasan hutan?

Fokus pengembangan pada lahan di luar kawasan hutan merupakan strategi mitigasi untuk menghindari konflik tata guna lahan dan masalah lingkungan yang kerap menjadi penghambat utama di masa lalu. Penentuan lokasi ini tidak dilakukan secara tergesa-gesa, melainkan merujuk pada kajian mendalam yang telah dilakukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama kementerian terkait sejak tahun 2020. Dengan menggunakan lahan non-hutan yang telah terverifikasi, pemerintah berharap proses pembukaan dan pengelolaan lahan dapat berjalan lebih efektif tanpa merusak ekosistem hutan yang dilindungi.

Komoditas apa yang menjadi fokus utama di wilayah Kalimantan Tengah?

Untuk wilayah Kalimantan Tengah, pengembangan difokuskan pada produksi padi dan singkong. Pemilihan ini disesuaikan dengan karakteristik tanah dan kesesuaian lahan di wilayah tersebut agar produktivitas yang dihasilkan dapat optimal. Pemerintah menerapkan kebijakan di mana setiap daerah food estate memiliki fokus komoditas yang berbeda-beda. Sebagai contoh, kawasan food estate di Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, diarahkan untuk memproduksi komoditas hortikultura seperti kentang, bawang putih, dan bawang merah.

Baca Juga

Cara Menjadikan Kerja Perawatan sebagai Bentuk Perlawanan terhadap Opresi

Cara Menjadikan Kerja Perawatan sebagai Bentuk Perlawanan terhadap Opresi

Bagaimana persebaran proyek food estate ini secara nasional?

Meskipun program swasembada pangan sempat identik dengan wilayah Papua Selatan, pemerintah kini memperluas cakupan program ini ke empat provinsi lainnya guna mempercepat pencapaian target nasional. Saat ini, pemerintah mengembangkan proyek food estate di Papua, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, dan Kalimantan Tengah. Melalui persebaran ini, pemerintah berharap ketahanan pangan tidak hanya bertumpu pada satu wilayah saja, melainkan didukung oleh sentra-sentra produksi baru yang tersebar di berbagai pulau besar di Indonesia dengan komoditas yang beragam.

Apa peran Kejaksaan Agung dalam manajemen risiko lintas sektor ini?

Kejaksaan Agung dilibatkan secara aktif bersama kementerian terkait untuk mengawal aspek hukum dan tata kelola administrasi proyek. Kehadiran lembaga hukum ini penting untuk meminimalkan risiko penyimpangan anggaran serta memastikan seluruh proses pengadaan dan pemanfaatan lahan berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku. Dengan pengawasan hukum yang melekat sejak awal, hambatan birokrasi dan potensi masalah hukum yang dapat menghentikan proyek di tengah jalan diharapkan dapat diantisipasi sedini mungkin demi kelancaran program swasembada pangan.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kalimantan TengahFood EstateSwasembada Pangan

Berita Terbaru Lainnya

Terminal LPG Tanjung Sekong Raih Sertifikasi Green Terminal Pertama di DuniaPenyebab dan Dampak Tabrakan Roket Falcon 9 SpaceX di BulanJadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingCara Menjadikan Kerja Perawatan sebagai Bentuk Perlawanan terhadap OpresiKomitmen Rico Tri Putra Waas Membangun Medan Lewat Kolaborasi dan Rasa Cinta DaerahInvestasi S&P 500 dan Nasdaq Lewat Tokenized ETF Berbasis BlockchainHasil Autopsi Mantan Istri Polisi di Medan, Dokter Forensik Jelaskan Asal-usul LebamBareskrim Usut Dugaan Penyelundupan Puluhan Ton Pasir Timah Ilegal di Belitung

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

Nasional

Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di Konser

4 Agu 2026

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

Nasional

Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026

4 Agu 2026

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

Nasional

Gugatan 25 Negara Bagian AS Terhadap Tarif Impor Trump yang Menyeret Indonesia

4 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  4. 4Singapura Cekal Permanen Pendiri Massive Attack Usai Pengibaran Bendera Palestina di KonserNasional 路 4 Agu 2026
  5. 5Lonjakan Temuan Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Program Cek Kesehatan Gratis 2026Nasional 路 4 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap