berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Nasional

Pembentukan Danantara Dinilai Tingkatkan Kepercayaan Investor Asing

Marthen TandirerungDiterbitkan 4 Agu 2026 - 12.04 · 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pembentukan Danantara Dinilai Tingkatkan Kepercayaan Investor Asing
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Apakah pembentukan lembaga pengelola investasi baru seperti Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara benar-benar mampu menarik minat investor global ke Indonesia? Pertanyaan ini kerap muncul di kalangan pelaku usaha dan pengamat ekonomi saat mencermati arah kebijakan ekonomi nasional yang baru. Bagi para penanam modal asing, kepastian regulasi dan kehadiran lembaga pengelola aset yang kuat merupakan sinyal penting untuk menempatkan dana mereka. GMR Group, perusahaan multinasional asal India, memberikan pandangan positif terhadap langkah ini. Mereka menilai bahwa kehadiran Danantara menjadi salah satu faktor kunci yang dapat meningkatkan kepercayaan investor asing untuk menanamkan modal di tanah air.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur

Optimisme ini disampaikan langsung oleh Srinivas Bommidala, Business Chairman International Airports & Energy GMR, saat berbicara kepada Media Indonesia di Visakhapatnam, India, akhir pekan lalu. Menurutnya, pembentukan Danantara dalam waktu yang relatif singkat sejak dimulainya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memberikan sinyal positif bagi pasar internasional. Terlebih lagi, lembaga ini kini mengelola portofolio aset yang sangat besar, yakni sekitar US$900 miliar atau mendekati US$1 triliun. Skala pengelolaan dana sebesar ini menempatkan Indonesia dalam posisi tawar yang lebih kuat di mata dunia, terutama menjelang bergulirnya target perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Eropa pada tahun depan.

Bagi GMR Group sendiri, Indonesia bukanlah pasar yang asing. Perusahaan asal India ini telah merealisasikan investasinya di dalam negeri melalui kemitraan strategis dengan PT Angkasa Pura II untuk mengembangkan Bandara Internasional Kualanamu di Sumatera Utara. Kerja sama ini diwujudkan lewat pembentukan perusahaan patungan bernama PT Angkasa Pura Aviasi. Menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan jangka waktu 25 tahun yang telah berjalan sejak 2022, GMR Airports menguasai 49% saham, sedangkan 51% sisanya dipegang oleh PT Angkasa Pura II. Kolaborasi ini dirancang untuk mentransformasi Bandara Kualanamu menjadi hub penerbangan internasional utama di wilayah barat Indonesia sekaligus memperkuat konektivitas udara dengan kawasan Asia Selatan.

Baca Juga

Integrasi Data Dukcapil Sebagai Fondasi Layanan Publik Digital

Integrasi Data Dukcapil Sebagai Fondasi Layanan Publik Digital

Melihat potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang besar, GMR Airports Limited bahkan telah menyatakan ketertarikannya untuk memperluas ekspansi investasi mereka. Namun, rencana ekspansi ini juga bergantung pada kebijakan pemerintah Indonesia di masa mendatang. GMR Group berharap pemerintah dapat membuka peluang yang lebih besar bagi keterlibatan pihak swasta dalam pengelolaan infrastruktur bandara di berbagai wilayah Indonesia. Kesiapan regulasi dan keterbukaan sektor ini akan menjadi penentu seberapa cepat komitmen investasi baru dapat direalisasikan.

Di sisi lain, pembentukan Danantara juga membawa dinamika tersendiri di dalam negeri. Saat ini, Badan Pengelola Investasi tersebut bersama BP BUMN tengah menyusun peta strategi transformasi BUMN untuk jangka waktu lima tahun ke depan. Langkah penyusunan strategi ini diharapkan mampu menyelaraskan kinerja perusahaan milik negara dengan arah investasi nasional. Kendati demikian, rencana pelibatan Danantara dalam struktur keuangan negara tidak lepas dari sorotan. Rencana untuk memasukkan lembaga ini ke dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) sempat menimbulkan kekhawatiran dari berbagai pihak, termasuk respons dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Kekhawatiran utama yang muncul adalah adanya risiko pergeseran batas antara otoritas pembuat kebijakan dengan lembaga-lembaga independen.

Baca Juga

Wabah Cyclosporiasis di Amerika Serikat, Penyebaran Kasus dan Dampaknya pada Jaringan Restoran

Wabah Cyclosporiasis di Amerika Serikat, Penyebaran Kasus dan Dampaknya pada Jaringan Restoran

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan penegasan untuk meredakan spekulasi pasar. Ia menyatakan bahwa peran Danantara di dalam KSSK nantinya hanya sebatas memberikan masukan, sehingga tidak akan mengganggu fungsi independensi lembaga kebijakan yang sudah ada. Di tengah proses transisi dan penataan kelembagaan ini, aktivitas bisnis di berbagai sektor di Indonesia tetap menunjukkan pergerakan yang dinamis. Sebagai contoh, PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun 2025. Selain itu, konsolidasi industri juga terus berjalan, salah satunya ditandai dengan penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XXV Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) yang berlangsung di Jakarta pada 30–31 Juli 2026.

Pasar keuangan dan investasi ritel di Indonesia pun terus beradaptasi dengan menghadirkan inovasi teknologi baru. Pluang, misalnya, baru-baru ini meluncurkan teknologi kecerdasan buatan bernama Agentic Trading yang dirancang untuk membantu para investor melakukan riset hingga mengeksekusi transaksi secara otomatis. Di tengah fluktuasi pasar saham yang tidak menentu, para pelaku industri keuangan juga memberikan panduan bagi para investor pemula. Direktur BNI Sekuritas Teddy Wishadi menyarankan agar investor pemula memilih saham-saham yang membagikan dividen sebagai pilihan investasi yang lebih aman untuk meminimalkan risiko di tengah volatilitas pasar. Perkembangan teknologi dan edukasi pasar ini diharapkan dapat berjalan beriringan dengan penguatan kelembagaan investasi seperti Danantara untuk menciptakan ekosistem investasi yang stabil dan menarik bagi investor lokal maupun global.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BUMNDanantaraInvestasiGMR Group

Berita Terbaru Lainnya

Integrasi Data Dukcapil Sebagai Fondasi Layanan Publik DigitalWabah Cyclosporiasis di Amerika Serikat, Penyebaran Kasus dan Dampaknya pada Jaringan RestoranLangkah Asprindo Cetak Wirausaha Muda Lewat Kurikulum SekolahAksi Jual Asing Tekan Saham Big Caps di Awal Agustus 2026Laba Bank Permata Tetap Tumbuh Didorong Efisiensi Cadangan KerugianJadwal Siaran Langsung Sepak Bola 4-5 Agustus 2026, Piala Presiden dan Piala AFFAkses Wisata Gunung Bromo Ditutup Sebagian Akibat Kebakaran di Blok BantenganKuda Pacu Juara Nasional Asal Jeneponto Terbakar dalam Insiden KMP Mutiara Sentosa II

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Kasus Nenek di Cakung Dirampok dan Dilakban Tetangga Saat Hendak Salat

Kriminal

Kasus Nenek di Cakung Dirampok dan Dilakban Tetangga Saat Hendak Salat

3 Agu 2026

Promo Harga Spesial Home Charging HCS Ultima dari PLN di GIIAS 2026

Ekonomi

Promo Harga Spesial Home Charging HCS Ultima dari PLN di GIIAS 2026

3 Agu 2026

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

Nasional

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

2 Agu 2026

🔥

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi · 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga · 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi · 1 Agu 2026
  4. 4Kasus Nenek di Cakung Dirampok dan Dilakban Tetangga Saat Hendak SalatKriminal · 3 Agu 2026
  5. 5Promo Harga Spesial Home Charging HCS Ultima dari PLN di GIIAS 2026Ekonomi · 3 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap