berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastrukturPendidikanMegapolitanTransportasiPopuler
Beranda/Ekonomi

Laba Bank Permata Tetap Tumbuh Didorong Efisiensi Cadangan Kerugian

Fitri KaraengDiterbitkan 4 Agu 2026 - 12.44 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Laba Bank Permata Tetap Tumbuh Didorong Efisiensi Cadangan Kerugian
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

PT Bank Permata Tbk (BNLI) berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih pada semester I-2026. Meskipun menghadapi kelesuan pada pos pendapatan bunga dan syariah bersih, kinerja keuangan perseroan terselamatkan oleh efisiensi pencadangan. Langkah menekan beban kerugian penurunan nilai (CKPN) terbukti menjadi penopang utama profitabilitas bank di tengah fluktuasi pasar keuangan domestik dan situasi geopolitik global yang belum menentu. Untuk memahami lebih dalam mengenai detail kinerja keuangan ini, berikut adalah rangkuman tanya jawab lengkap mengenai kondisi finansial Bank Permata.

Bagaimana rincian perolehan laba bersih Bank Permata pada semester I-2026?

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaEkonomiNasionalMetroInternasionalOtomotifKeuanganEnergiKriminalKesehatanBerita UmumBerita LokalBisnisEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiHiburanSepak BolaPolitikTravelHukum & KriminalInfrastruktur

Sepanjang semester pertama tahun 2026, PT Bank Permata Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp1,72 triliun. Angka ini mengalami pertumbuhan sebesar 4,5 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada semester I-2025, laba bersih yang dikantongi oleh emiten berkode saham BNLI ini tercatat sebesar Rp1,65 triliun. Kenaikan laba bersih yang konsisten ini mencerminkan kemampuan adaptasi perseroan dalam mengelola portofolio keuangan dan menjaga profitabilitas tetap positif meskipun kondisi pasar eksternal penuh dengan tantangan.

Mengapa laba bersih bisa naik padahal pendapatan bunga dan syariah bersih mengalami penurunan?

Pendorong utama kenaikan laba bersih ini adalah menyusutnya beban kerugian penurunan nilai atau CKPN. Bank Permata berhasil memangkas nilai CKPN sebesar kurang lebih 25 persen, dari Rp1,06 triliun pada semester pertama tahun lalu menjadi Rp795 miliar pada semester I-2026. Penurunan beban pencadangan yang cukup signifikan ini mampu mengompensasi penurunan pendapatan bunga dan syariah bersih yang tercatat turun sekitar 4,1 persen menjadi Rp4,84 triliun, dari sebelumnya Rp5,04 triliun pada semester I-2025. Dengan berkurangnya alokasi untuk cadangan kerugian, beban operasional dapat ditekan sehingga laba bersih akhir tetap terkerek naik.

Baca Juga

Aksi Jual Asing Tekan Saham Big Caps di Awal Agustus 2026

Aksi Jual Asing Tekan Saham Big Caps di Awal Agustus 2026

Bagaimana dengan total pendapatan operasional Bank Permata secara keseluruhan?

Sejalan dengan penurunan pendapatan bunga bersih, total pendapatan operasional Bank Permata juga mengalami penurunan tipis pada periode ini. Pada semester pertama tahun 2026, total pendapatan operasional perseroan tercatat sebesar Rp6,10 triliun. Nilai tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp6,14 triliun. Penurunan tipis ini disebabkan oleh kontraksi pada lini pendapatan bunga bersih yang belum sepenuhnya terimbangi oleh pos pendapatan operasional lainnya.

Seperti apa tren simpanan nasabah atau dana pihak ketiga di Bank Permata saat ini?

Terjadi pergeseran komposisi dana pihak ketiga di Bank Permata selama periode ini. Saldo giro mengalami penurunan sebesar 12,2 persen menjadi Rp64,74 triliun. Penurunan juga terjadi pada saldo tabungan yang menyusut sebesar 9,4 persen menjadi Rp44,77 triliun. Sebaliknya, simpanan dalam bentuk deposito berjangka justru mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yaitu tumbuh sebesar 14,3 persen menjadi Rp79,65 triliun. Pergeseran ini menunjukkan adanya kecenderungan nasabah untuk memindahkan dana mereka dari simpanan likuid harian ke instrumen deposito berjangka yang menawarkan imbal hasil tetap.

Baca Juga

LPS Catat Pertumbuhan Simpanan Nasabah dan Proses Likuidasi Belasan BPR

LPS Catat Pertumbuhan Simpanan Nasabah dan Proses Likuidasi Belasan BPR

Bagaimana dengan kinerja penyaluran kredit Bank Permata?

Di sisi intermediasi, Bank Permata tetap menunjukkan pertumbuhan penyaluran kredit yang positif dan kokoh. Kredit yang diberikan oleh perseroan tumbuh menjadi Rp158,98 triliun pada akhir semester I-2026. Angka penyaluran kredit ini mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan posisi pada akhir tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp152,11 triliun. Pertumbuhan kredit ini mencerminkan komitmen bank dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor riil sekaligus menunjukkan bahwa fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan dengan baik di tengah dinamika ekonomi nasional.

Bagaimana sikap manajemen dalam menghadapi ketidakpastian pasar ke depan?

Direktur Utama Bank Permata, Meliza M. Rusli, menyatakan bahwa perusahaan berhasil menunjukkan resiliensi bisnis dengan membukukan kinerja yang baik. Ketahanan ini dicapai di tengah volatilitas pasar keuangan domestik serta tensi geopolitik global yang masih terus berlanjut hingga saat ini. Manajemen berupaya mempertahankan kinerja positif ini dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit serta menjaga kualitas aset agar beban pencadangan tetap dapat dikelola secara optimal pada paruh kedua tahun ini.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

laba bersihKinerja PerbankanBank PermataSaham BNLI

Berita Terbaru Lainnya

Integrasi Data Dukcapil Sebagai Fondasi Layanan Publik DigitalWabah Cyclosporiasis di Amerika Serikat, Penyebaran Kasus dan Dampaknya pada Jaringan RestoranLangkah Asprindo Cetak Wirausaha Muda Lewat Kurikulum SekolahAksi Jual Asing Tekan Saham Big Caps di Awal Agustus 2026Jadwal Siaran Langsung Sepak Bola 4-5 Agustus 2026, Piala Presiden dan Piala AFFPembentukan Danantara Dinilai Tingkatkan Kepercayaan Investor AsingAkses Wisata Gunung Bromo Ditutup Sebagian Akibat Kebakaran di Blok BantenganKuda Pacu Juara Nasional Asal Jeneponto Terbakar dalam Insiden KMP Mutiara Sentosa II

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Kasus Nenek di Cakung Dirampok dan Dilakban Tetangga Saat Hendak Salat

Kriminal

Kasus Nenek di Cakung Dirampok dan Dilakban Tetangga Saat Hendak Salat

3 Agu 2026

Promo Harga Spesial Home Charging HCS Ultima dari PLN di GIIAS 2026

Ekonomi

Promo Harga Spesial Home Charging HCS Ultima dari PLN di GIIAS 2026

3 Agu 2026

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

Nasional

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

2 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  4. 4Kasus Nenek di Cakung Dirampok dan Dilakban Tetangga Saat Hendak SalatKriminal 路 3 Agu 2026
  5. 5Promo Harga Spesial Home Charging HCS Ultima dari PLN di GIIAS 2026Ekonomi 路 3 Agu 2026
Pendidikan
Megapolitan
Transportasi

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap