berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaPopuler
Beranda/Nasional

Pembangunan Fasilitas Pengolahan Sampah Legok Nangka Senilai Rp 7,2 Triliun Dimulai

Slamet PrabowoDiterbitkan 30 Jul 2026 - 04.12 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pembangunan Fasilitas Pengolahan Sampah Legok Nangka Senilai Rp 7,2 Triliun Dimulai
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Pemerintah resmi memulai pembangunan proyek infrastruktur ramah lingkungan berskala besar di Jawa Barat. Pembangunan Fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau yang dikenal sebagai PSEL Legok Nangka secara resmi telah dimulai di Kabupaten Bandung. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi permasalahan sampah perkotaan yang kian mendesak, sekaligus mendukung penyediaan energi bersih di Indonesia.

Proyek ini ditandai dengan pelaksanaan peletakan batu pertama atau groundbreaking yang berlangsung pada hari Rabu, 29 Juli 2026. Untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai proyek ini, berikut adalah daftar pertanyaan dan jawaban penting terkait pembangunan PSEL Legok Nangka.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal
Apa tujuan utama dari pembangunan PSEL Legok Nangka?

Tujuan utama dari proyek PSEL Legok Nangka adalah mengolah timbunan sampah perkotaan menjadi energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat. Fasilitas yang dibangun di Kabupaten Bandung ini dirancang untuk memproses sampah dalam volume besar dari berbagai wilayah di Jawa Barat, sehingga dapat mengurangi beban tempat pembuangan akhir dan menghasilkan energi alternatif yang ramah lingkungan.

Berapa besar nilai investasi yang dikucurkan untuk proyek ini?

Pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern ini membutuhkan investasi yang sangat besar. Total nilai investasi untuk proyek PSEL Legok Nangka tercatat mencapai US$ 400 juta. Dengan menggunakan acuan nilai kurs sebesar Rp 18.079 per dolar AS, nilai investasi tersebut setara dengan Rp 7,2 triliun.

Baca Juga

Jangan Berlindung di Balik Topeng Agama, Menjaga Integritas dan Kepercayaan Publik

Jangan Berlindung di Balik Topeng Agama, Menjaga Integritas dan Kepercayaan Publik

Berapa banyak sampah yang akan diolah dan daerah mana saja yang dilayani?

Fasilitas PSEL Legok Nangka ini ditargetkan memiliki kapasitas untuk mengolah timbunan sampah sebanyak 2.131 ton setiap harinya. Pasokan sampah yang diolah tersebut akan dikumpulkan secara harian dari enam wilayah kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Jawa Barat.

Berapa kapasitas listrik yang akan dihasilkan dari pengolahan sampah tersebut?

Melalui penerapan teknologi pengolahan sampah menjadi energi, timbunan sampah harian yang masuk ke fasilitas ini tidak hanya akan dimusnahkan secara aman, melainkan juga dikonversi menjadi sumber daya listrik. Hasil dari proses pengolahan sampah tersebut diproyeksikan bakal menghasilkan energi listrik dengan kapasitas mencapai 40,79 megawatt.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membangun fasilitas ini dan berapa tenaga kerja yang terserap?

Baca Juga

Usai Legok Nangka, Proyek PSEL Bakal Merambah ke Bogor, Depok, dan Bekasi

Usai Legok Nangka, Proyek PSEL Bakal Merambah ke Bogor, Depok, dan Bekasi

Proses pembangunan fisik atau konstruksi proyek PSEL Legok Nangka dijadwalkan memakan waktu selama 41 bulan. Selama masa pengerjaan konstruksi yang berlangsung hampir tiga setengah tahun tersebut, proyek infrastruktur ini diperkirakan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 1.565 orang.

Bagaimana kontribusi proyek ini terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca?

Selain menghasilkan listrik, proyek PSEL Legok Nangka juga memiliki target dampak positif yang signifikan terhadap kelestarian lingkungan. Pengoperasian fasilitas ini ditargetkan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 311.874 ton CO2 ekuivalen, yang berkontribusi langsung pada upaya mitigasi perubahan iklim di tingkat nasional.

Bagaimana proyek ini berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat?

Pembangunan fasilitas ini sejalan dengan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto mengenai penanganan masalah lingkungan. Presiden menginstruksikan agar persoalan mengenai pengelolaan sampah perkotaan dapat diselesaikan secara menyeluruh sebelum tahun 2029. Menurut penjelasan dari Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, penyelesaian masalah sampah perkotaan secara menyeluruh memang menjadi bagian penting dari instruksi kepala negara tersebut.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Jawa BaratPSEL Legok NangkaKabupaten BandungPengolahan SampahKementerian ESDM

Berita Terbaru Lainnya

Pergerakan IHSG, Indeks Tinggalkan Level 6.100 di Tengah Tekanan SektoralRilis Musik Terbaru, Eksplorasi Tiga Bahasa Shi Shi hingga Gelombang Karya Musisi LokalKerja Sama Nuklir Sipil Amerika Serikat dan Arab Saudi serta Dinamika Geopolitik GlobalMemahami Skema FIFA Forward Enterprise dan Status KeanggotaannyaJangan Berlindung di Balik Topeng Agama, Menjaga Integritas dan Kepercayaan PublikUsai Legok Nangka, Proyek PSEL Bakal Merambah ke Bogor, Depok, dan BekasiMengenal Wuling Aira EV, Mobil Listrik yang Bersaing di Pasar Entry Level IndonesiaCara Memanfaatkan Penyesuaian Harga Hyundai Stargazer Cartenz dan Skema Pembeliannya

Paling Banyak Dibaca

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

Ekonomi

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

30 Jul 2026

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

Pariwisata

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

30 Jul 2026

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Pergerakan IHSG, Indeks Tinggalkan Level 6.100 di Tengah Tekanan Sektoral

Ekonomi

Pergerakan IHSG, Indeks Tinggalkan Level 6.100 di Tengah Tekanan Sektoral

30 Jul 2026

Rilis Musik Terbaru, Eksplorasi Tiga Bahasa Shi Shi hingga Gelombang Karya Musisi Lokal

Hiburan

Rilis Musik Terbaru, Eksplorasi Tiga Bahasa Shi Shi hingga Gelombang Karya Musisi Lokal

30 Jul 2026

Kerja Sama Nuklir Sipil Amerika Serikat dan Arab Saudi serta Dinamika Geopolitik Global

Internasional

Kerja Sama Nuklir Sipil Amerika Serikat dan Arab Saudi serta Dinamika Geopolitik Global

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&BEkonomi 路 30 Jul 2026
  2. 2Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata AntarnegaraPariwisata 路 30 Jul 2026
  3. 3Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  4. 4Pergerakan IHSG, Indeks Tinggalkan Level 6.100 di Tengah Tekanan SektoralEkonomi 路 30 Jul 2026
  5. 5Rilis Musik Terbaru, Eksplorasi Tiga Bahasa Shi Shi hingga Gelombang Karya Musisi LokalHiburan 路 30 Jul 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap