Gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026 sempat memberikan dampak terhadap infrastruktur pelabuhan. Kendati demikian, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memastikan bahwa aktivitas operasional di sebagian besar pelabuhan kelolaan mereka di wilayah NTT kini mulai berangsur normal. Upaya pemulihan cepat terus dilakukan di titik-titik terdampak agar rantai logistik dan transportasi laut tidak terganggu.
Sesaat setelah gempa terjadi pada Sabtu pagi, kendala teknis berupa pemadaman aliran listrik sempat melanda Pelabuhan Labuan Bajo dan Pelabuhan Ende Ippi yang terletak di Pulau Flores. Pelindo segera melakukan penanganan sehingga layanan di kedua pelabuhan tersebut dapat kembali beroperasi secara penuh. Saat ini, pelayanan untuk kapal penumpang, kapal barang, hingga aktivitas bongkar-muat komoditas telah berjalan normal tanpa kendala berarti. Di sisi lain, Pelabuhan Waingapu, Kupang, dan Kalabahi hanya mengalami dampak yang lebih ringan dan kegiatan operasional di ketiga lokasi tersebut tetap berjalan kondusif tanpa gangguan yang signifikan.
HUT ke-81 RI, Bobby Nasution Dorong Pengendalian Inflasi dan Pemerataan Pembangunan

Penanganan khusus saat ini dipusatkan di Pelabuhan Maumere, Kabupaten Sikka, yang mengalami dampak cukup signifikan sehingga memerlukan proses pemulihan yang lebih intensif. Executive Director 3 Pelindo, Wahyu Widodo, menyampaikan bahwa gempa tersebut merusak sejumlah fasilitas penting di pelabuhan tersebut. Secara spesifik, kerusakan terpantau di bagian terminal serta area olah gerak kapal yang berada di Dermaga 4. Dermaga 4 ini memegang peranan penting karena berfungsi sebagai tempat bersandarnya kapal roll-on/roll-off (Ro-Ro) dan kapal penumpang yang menghubungkan wilayah Sikka dengan daerah lainnya.
Prabowo Puji Paskibraka Upacara HUT Ke-81 RI, Sebut Jalankan Tugas Kehormatan

Akibat dampak kerusakan tersebut, Dermaga 4 Pelabuhan Maumere untuk sementara waktu belum dapat dioperasikan. Penutupan sementara ini dilakukan karena area dermaga masih harus melewati proses pembersihan material serta pemeriksaan kelayakan fasilitas secara mendalam guna memastikan keselamatan pelayaran. Dalam mempercepat proses pemulihan ini, Pelindo berkolaborasi aktif dengan berbagai pemangku kepentingan terkait di daerah. Salah satu langkah penanganan yang sedang berjalan adalah keterlibatan personel TNI AL untuk membantu evakuasi tangga kapal yang terjatuh di area dermaga saat gempa terjadi. Langkah sinergis ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan fasilitas agar Pelabuhan Maumere bisa segera beroperasi penuh kembali.






