berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Ekonomi

Panduan Alokasi Aset dan Strategi Berburu Imbal Hasil di Tengah Sentimen Negatif Pasar

Sri NugrohoDiterbitkan 2 Agu 2026 - 16.50 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Panduan Alokasi Aset dan Strategi Berburu Imbal Hasil di Tengah Sentimen Negatif Pasar
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pasar keuangan Indonesia sering kali dihadapkan pada berbagai dinamika yang menuntut kewaspadaan para pelaku pasar. Di tengah fluktuasi yang terjadi, terdapat peluang bagi investor yang cermat dalam melihat momentum. Menurut CEO Pinnacle Investment, Guntur Putra, valuasi pasar keuangan Indonesia saat ini sudah berada di tingkat yang sangat murah. Kondisi valuasi yang tergolong rendah ini dinilai sebagai kesempatan dan momentum yang tepat bagi para investor untuk mulai kembali masuk ke pasar keuangan. Keputusan untuk kembali berinvestasi tentu memerlukan strategi yang matang, terutama ketika kondisi pasar sedang dibayangi oleh berbagai sentimen yang memengaruhi pergerakan harga aset. Bagi investor, memahami momentum valuasi murah adalah langkah awal yang penting dalam menyusun panduan portofolio.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal
Saat ini, langkah untuk masuk kembali ke pasar harus diimbangi dengan pemahaman mendalam mengenai sejumlah sentimen negatif yang sedang berkembang. Terdapat beberapa faktor utama yang menjadi perhatian serius di pasar keuangan. Dari sisi global, ketegangan yang bersumber dari perang di wilayah Timur Tengah terus memberikan tekanan dan menciptakan ketidakpastian. Selain itu, pasar juga merespons evaluasi yang dilakukan oleh penyedia indeks global MSCI. Di tingkat domestik, dinamika kepemimpinan turut memengaruhi pasar dengan adanya mundurnya Gubernur Bank Indonesia. Kombinasi dari perang di Timur Tengah, penilaian indeks global MSCI, dan mundurnya pucuk pimpinan bank sentral ini menciptakan ketidakpastian yang mengharuskan investor untuk lebih berhati-hati dalam menempatkan dana mereka.
Baca Juga

Menganalisis Dampak Pengunduran Diri Direktur RANS Pasca-IPO

Menganalisis Dampak Pengunduran Diri Direktur RANS Pasca-IPO

Meskipun pasar tengah dikepung oleh sentimen negatif tersebut, Indonesia tetap memiliki sentimen positif yang dapat menopang kepercayaan investor. Salah satu pendorong utama optimisme ini datang dari lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings. Lembaga tersebut telah menetapkan outlook peringkat utang jangka panjang Republik Indonesia pada level yang stabil. Penilaian dengan outlook stabil ini memiliki makna yang signifikan bagi pasar keuangan dalam negeri. Langkah S&P Global Ratings ini dapat menjadi katalis bagi aliran dana asing ke dalam negeri. Kepercayaan dari lembaga pemeringkat ini memberikan sinyal bahwa di tengah guncangan global dan domestik, instrumen investasi di Indonesia masih memiliki daya tarik bagi pemodal asing.

Dalam menghadapi situasi ketidakpastian yang masih berlanjut, penyesuaian strategi alokasi aset menjadi kunci utama bagi para investor. Berdasarkan dialog antara Andi Shalini dengan CEO Pinnacle Investment Guntur Putra dalam program Power Lunch di CNBC, terungkap bahwa ada kecenderungan pergeseran minat investasi di tengah gejolak saat ini. Para investor cenderung mengalihkan dana mereka ke kelas aset yang dinilai lebih aman sebagai langkah mitigasi risiko. Kelas aset yang menjadi pilihan utama dan dianggap menarik dalam kondisi seperti ini adalah obligasi dan pasar uang. Kedua instrumen ini dinilai mampu memberikan perlindungan terhadap modal sekaligus menawarkan imbal hasil yang tetap menarik di tengah sentimen negatif yang membayangi aset lainnya.

Baca Juga

Pergerakan IHSG Sesi I, Saham Perbankan dan Konsumer Dorong Indeks ke Zona Hijau

Pergerakan IHSG Sesi I, Saham Perbankan dan Konsumer Dorong Indeks ke Zona Hijau

Panduan bagi investor dalam merespons dinamika ini adalah dengan memadukan peluang valuasi murah dan manajemen risiko melalui instrumen yang aman. Obligasi dan pasar uang menawarkan stabilitas yang sangat dibutuhkan ketika sentimen seperti mundurnya Gubernur Bank Indonesia dan perang Timur Tengah memicu ketidakpastian. Dengan mengalihkan sebagian dana ke pasar uang atau obligasi, investor dapat menjaga nilai investasi mereka. Pada saat yang sama, masuknya aliran dana asing yang dipicu oleh outlook stabil dari S&P Global Ratings dapat secara bertahap memengaruhi kinerja pasar keuangan secara keseluruhan. Oleh karena itu, fleksibilitas dalam memindahkan dana antar kelas aset menjadi strategi berburu imbal hasil terbaik yang patut diterapkan oleh investor saat ini.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

InvestasiObligasiPasar KeuanganPasar UangPinnacle InvestmentS&P Global Ratings

Berita Terbaru Lainnya

Program Persiapan LPDP Kemenag dan Pembaruan Berita PendidikanPerkembangan Penanganan Dua Laporan Hukum Terhadap Vicky Prasetyo di Polda Metro JayaLangkah Merespons Dugaan Pungutan Liar Oknum Petugas di Jalan RayaMemahami Kasus Pelanggaran Etik Lurah Paya Pasir Syerly dan Sanksi DisiplinnyaTantangan Ketersediaan Air di Tengah Pesatnya Perkembangan Kecerdasan BuatanMenganalisis Dampak Pengunduran Diri Direktur RANS Pasca-IPOPergerakan IHSG Sesi I, Saham Perbankan dan Konsumer Dorong Indeks ke Zona HijauDedi Mulyadi Desak Oknum Dishub Kota Bekasi yang Diduga Peras Sopir Truk Segera Dipecat

Paling Banyak Dibaca

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

Nasional

Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

2 Agu 2026

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  2. 2Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  3. 3Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  4. 4Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Jadwal, Akses, dan Pengamanan Acara Zikir dan Doa Kebangsaan di MonasNasional 路 2 Agu 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap