Pakar politik sekaligus akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair), Airlangga Pribadi Kusman, meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, pada Rabu (9/9).
Pria yang akrab disapa Angga tersebut mengembuskan napas terakhir pada pukul 13.35 WIB setelah menjalani perawatan intensif. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Airlangga sempat dirawat dalam kondisi koma menyusul lonjakan tekanan darah tinggi yang dialaminya.
Kepergian pria yang menjabat sebagai Ketua Program Studi S2 Ilmu Politik FISIP Unair ini menyisakan duka bagi civitas akademika. Rektor Unair Prof Muhammad Madyan menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Airlangga, seraya mengenang almarhum sebagai sosok akademisi dan dosen yang berdedikasi tinggi dalam mengemban tugas-tugasnya.
29 Siswa yang Ditangkap Polisi saat 27 Agustus Ikuti Pelatihan Bela Negara

Airlangga Pribadi lahir di Jombang pada 23 November 1976. Rekam jejak akademiknya diperkuat dengan raihan gelar Ph.D dalam bidang Politik dari Murdoch University, Australia, pada 2016. Sepulang dari studinya di Australia, ia mengabdikan diri sebagai staf pengajar di Departemen Politik FISIP Unair.
Semasa hidupnya, almarhum aktif menuangkan pemikiran politiknya ke dalam karya literatur ilmiah. Beberapa buku karyanya yang dikenal luas di antaranya The Vortex of Power: Intellectuals and Politics in Indonesia's Post-Authoritarian Era yang diterbitkan Palgrave Macmillan pada 2019, serta Merahnya Ajaran Bung Karno: Narasi Pembebasan ala Indonesia yang terbit pada 2022.
Lahan Kosong di Depok Kebakaran, Diduga Dipicu Warga Bakar Sampah

Jenazah Airlangga Pribadi Kusman rencananya akan dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, pada Kamis (10/9) pagi.






