PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menyatakan bahwa risiko kredit macet dari pembiayaan program pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tergolong relatif rendah. Keyakinan perseroan berakar pada skema pendanaan proyek yang bersumber langsung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
BNI bersama jajaran bank dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) ikut serta menyalurkan pembiayaan untuk inisiatif KDMP yang dikerjakan oleh pemerintah melalui Agrinas. Suku bunga kredit yang dipatok untuk program ini berada di level 6%, lebih rendah bila dibandingkan dengan rerata bunga kredit komersial BNI yang berada pada kisaran 7%.
Head of Investor Relations BNI Yohan Setio menjelaskan keterlibatan perseroan dalam proyek tersebut, sekaligus menegaskan jaminan pembayaran dari APBN menjadi faktor penopang profil risiko pembiayaan yang terkendali.
Laba Bank Jatim (BJTM) Naik 53% Jadi Rp1,2 T di Semester I-2026

Kinerja Penyaluran Kredit dan Keuangan BNI
Keterlibatan pada program strategis ini berlangsung di tengah pertumbuhan ekspansi pembiayaan perseroan. Hingga akhir semester I-2026, total penyaluran kredit BNI mencapai Rp969 triliun, mencatatkan kenaikan sebesar 24% secara tahunan. Portofolio kredit tersebut tersebar ke berbagai lini usaha, mulai dari segmen korporasi, menengah, UMKM, hingga segmen konsumer.
Ekspansi tersebut turut mendorong laba operasional sebelum pencadangan atau Pre-Provisioning Operating Profit (PPOP) BNI mencetak rekor tertinggi dalam kurun lima tahun terakhir pada semester I-2026. Pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) perseroan naik 14,2% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp22 triliun.
Perkuat Investasi Berkelanjutan, DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026

Selain pendapatan bunga, pendapatan berbasis komisi atau fee-based income tumbuh 14,2% yoy hingga mencapai Rp9 triliun. Realisasi ini didukung oleh peningkatan aktivitas transaksi jasa pada segmen retail banking serta business banking.
Secara keseluruhan, BNI membukukan laba bersih sebesar Rp10,8 triliun pada semester I-2026, tumbuh 5,94% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.






