Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) memperkuat kontribusi terhadap penerimaan negara melalui optimalisasi pengelolaan sumber daya mineral, percepatan hilirisasi, dan penguatan tata kelola pertambangan. Komitmen tersebut tercermin dari realisasi pembayaran kewajiban kepada pemerintah yang mencapai Rp32,82 triliun dalam bentuk dividen, pajak, serta kewajiban lainnya.
Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin memaparkan kinerja dan arah strategis perseroan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Maroef menyampaikan bahwa pengelolaan sumber daya alam melalui entitas milik negara ditujukan untuk memperbesar nilai tambah dan kontribusi ekonomi sektor mineral secara berkelanjutan bagi Indonesia.
Berdasarkan Laporan Keberlanjutan MIND ID 2025, perseroan mencatatkan nilai ekonomi yang dihasilkan (Generated Economic Value) sebesar Rp185,16 triliun. Dari perolehan tersebut, nilai ekonomi yang didistribusikan (Distributed Economic Value) tercatat mencapai Rp180,30 triliun, yang dialokasikan kepada pemangku kepentingan mencakup pemerintah, mitra kerja, dan masyarakat.
Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027

Penguatan nilai tambah mineral dijalankan melalui sejumlah proyek strategis di lingkungan Grup MIND ID. Langkah ini meliputi pengembangan ekosistem bauksit-alumina-aluminium yang terintegrasi, fasilitas pemurnian dan pencetakan emas logam mulia, hingga pengembangan rantai pasok ekosistem baterai kendaraan listrik.
Di sektor ketahanan energi domestik, anggota holding, Bukit Asam, secara konsisten mencatatkan pemenuhan bahkan melampaui ketentuan Domestic Market Obligation (DMO). Langkah ini memastikan ketersediaan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik nasional tetap terjaga secara stabil.
The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak Menguat

Komisi XII DPR RI dalam kesimpulan rapat menyatakan dukungan terhadap upaya MIND ID beserta seluruh anggota grup dalam memperkuat tata kelola pertambangan nasional dan mengoptimalkan hilirisasi mineral. Komisi XII juga mendukung MIND ID untuk mendapatkan kepastian penerapan regulasi DMO serta memperkuat tata niaga komoditas strategis, termasuk emas, guna meningkatkan transparansi dan penerimaan negara.






