berputar.id
BerandaHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPinjaman OnlinePopuler
Beranda/Ekonomi

Merek Besar AS Mulai Redup di China, Nike hingga Ford Tak Selaris Dulu

Ance RundenganDiterbitkan 26 Agu 2026 - 01.06 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Merek Besar AS Mulai Redup di China, Nike hingga Ford Tak Selaris Dulu
Foto/Ilustrasi: CNN Indonesia
A-A+

Dominasi merek-merek raksasa asal Amerika Serikat di pasar China kian tergerus. Pasar raksasa dengan populasi lebih dari 1,4 miliar jiwa yang sebelumnya menjadi sumber pertumbuhan utama bagi korporasi AS kini berubah menjadi medan persaingan yang kian sengit bagi nama-nama besar seperti Nike, Starbucks, hingga General Motors.

Penurunan kinerja bisnis korporasi multinasional tersebut dipicu oleh kombinasi antara eskalasi ketegangan geopolitik AS-China serta akselerasi agresif dari para pesaing lokal. Konsumen di Negeri Tirai Bambu dinilai semakin kritis dalam membelanjakan uang mereka.

Kepala Praktik Ritel Global Bain & Company, Aaron Cheris, menyoroti bahwa premi harga tinggi yang biasa disematkan pada produk-produk asal Negeri Paman Sam kian kehilangan daya tariknya bagi konsumen domestik China. Di sisi lain, jenama lokal hadir dengan kemampuan eksekusi inovasi yang jauh lebih lincah serta penguasaan rantai distribusi regional yang solid.

Penjualan Ritel dan Kedai Kopi Tertekan

Tekanan bisnis terlihat nyata pada sektor ritel olahraga dan kuliner. Bisnis produsen perlengkapan olahraga Nike di China tercatat menyusut hingga 30 persen sejak 2021. Pendapatan tahunan Nike di pasar tersebut bahkan menyentuh titik terendah dalam delapan tahun terakhir pada musim semi 2026. Situasi ini kontras dengan total industri pakaian olahraga China yang sebenarnya tumbuh lebih dari dua kali lipat dalam kurun satu dekade terakhir.

Baca Juga

Perang Dagang Memanas Kanada Balas Tarif Trump hingga 50 Persen

Perang Dagang Memanas Kanada Balas Tarif Trump hingga 50 Persen

Di industri kedai kopi, Starbucks yang telah beroperasi di China daratan sejak 1999 kehilangan dominasi akibat ekspansi cepat peritel lokal. Kehadiran Luckin Coffee mengubah dinamika pasar melalui strategi harga yang lebih murah dan jangkauan ekspansi masif, di mana jumlah gerainya kini tercatat lebih dari tiga kali lipat melampaui Starbucks.

Kemunduran Industri Otomotif Detroit

Kondisi serupa dialami oleh industri otomotif AS. Data dari S&P Global Mobility menunjukkan bahwa pangsa pasar gabungan tiga produsen otomotif terkemuka asal Detroit鈥擥eneral Motors, Ford Motor, dan Chrysler鈥攁njlok dari 21,4 persen pada 2019 menjadi sekitar 15,7 persen pada 2025.

General Motors, yang sempat membukukan laba tahunan sekitar US$2 miliar di China pada 2018, berbalik mencatat kerugian operasional selama dua tahun berturut-turut pada 2024 dan 2025. Sementara itu, Ford mencatatkan penurunan volume penjualan sebesar 32,4 persen sepanjang kurun 2018 hingga 2022.

Baca Juga

Ada DSI, Nilai Ekspor RI Berpotensi Menggemuk hingga Rp 88,5 T

Ada DSI, Nilai Ekspor RI Berpotensi Menggemuk hingga Rp 88,5 T

Merespons tren perlambatan pasar tersebut, Ford mulai merancang langkah strategis dengan memindahkan basis perakitan model Lincoln dari China kembali ke AS mulai 2030.

Kendati mayoritas entitas besar menghadapi tren penurunan, tekanan ini tidak menimpa seluruh jenama AS. Sejumlah merek konsumen seperti Lululemon, Ralph Lauren, serta rantai restoran cepat saji Kentucky Fried Chicken masih mampu mencatatkan pertumbuhan positif dengan mengandalkan adaptasi strategi produk yang selaras dengan kebutuhan pasar lokal.

Sumber: CNN Indonesia

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Ekonomi Global

Berita Terbaru Lainnya

Hasil Friendly Voli Putra Indonesia vs Kamboja Leg 2, Menang 3-0Kasus ISPA di Pontianak Meningkat 10% saat Kabut AsapHasil La Liga, Gol Larut Pablo Garcia Bawa Real Betis Tundukkan Valencia 1-0Perang Dagang Memanas Kanada Balas Tarif Trump hingga 50 PersenMenguji Batas Kebebasan Berekspresi, Polisi Tetapkan Empat Tersangka Kasus Promosi Stan Musik di AncolAda DSI, Nilai Ekspor RI Berpotensi Menggemuk hingga Rp 88,5 TChina Jadi Pasar Terbesar Sarang Walet RI, Ekspornya Tembus Rp 3 TPrabowo Tegaskan Negara Hadir dalam Penanganan Bencana Cepat dan Masif

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

HukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPinjaman Online

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap