Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa negara senantiasa hadir untuk membantu masyarakat, khususnya ketika bencana terjadi di berbagai wilayah tanah air. Prabowo menekankan bahwa penanganan bencana dilakukan secara tanggap, cepat, dan terkoordinasi demi melindungi keselamatan warga yang terdampak.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat meluncurkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp. Acara peresmian program energi ini digelar di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, pada Selasa (25/8/2026).
Dalam keterangannya, Prabowo mencontohkan sejumlah langkah penanggulangan bencana yang telah dilaksanakan pemerintah. Ia mengeklaim bahwa penanganan bencana di Aceh berhasil diselesaikan dalam waktu yang relatif cepat. Selain penanganan di wilayah barat Indonesia tersebut, gerak cepat serupa juga dilakukan saat menghadapi bencana di wilayah timur.
Kasus ISPA di Pontianak Meningkat 10% saat Kabut Asap

Prabowo menyebut pemerintah bertindak cepat dan masif ketika gempa berkekuatan magnitudo 7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Untuk meringankan beban para korban gempa di wilayah tersebut, pemerintah segera menerjunkan tim dan menyalurkan puluhan ton bantuan logistik bagi masyarakat yang terdampak.
Keberhasilan mobilisasi penanganan bencana secara luas tersebut tidak lepas dari pengerahan armada penunjang. Prabowo mengungkapkan bahwa ratusan helikopter dan alat berat yang digunakan dalam operasi penanganan bencana saat ini merupakan hasil pembiayaan dari uang negara yang berhasil diselamatkan dari praktik korupsi.
Menguji Batas Kebebasan Berekspresi, Polisi Tetapkan Empat Tersangka Kasus Promosi Stan Musik di Ancol

Prabowo menegaskan kembali komitmen pemerintahannya untuk memberantas segala bentuk penyelewengan dan korupsi hingga ke akar-akarnya. Menurutnya, pemerintah akan terus berupaya menghentikan kebocoran anggaran serta merebut kembali aset-aset nasional yang diselewengkan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh rakyat.
Ia menambahkan bahwa pemerintah belum merasa puas dan akan bekerja lebih keras lagi dalam mengelola seluruh keuangan negara. Prabowo menekankan bahwa kekuatan bangsa bertumpu pada pengelolaan seluruh aset dan kekayaan nasional secara jujur, bertanggung jawab, serta dilandasi oleh semangat patriotisme, cinta tanah air, dan cinta kepada rakyat.






