Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani, resmi ditunjuk oleh Bank Dunia sebagai Ketua Bersama Independen (Independent Co-Chair) untuk proses pengisian kembali pendanaan (replenishment) ke-22 Asosiasi Pembangunan Internasional atau International Development Association (IDA). Penunjukan ini menempatkan tokoh keuangan Indonesia tersebut di garda terdepan dalam merumuskan arah kebijakan bantuan bagi negara-negara miskin di tingkat global. Melalui peran baru ini, Sri Mulyani memikul tanggung jawab besar untuk menggalang komitmen pendanaan serta dukungan kebijakan dari berbagai negara donor dan penerima bantuan guna memperkuat kapasitas finansial IDA22.
Pengumuman resmi mengenai penunjukan ini disampaikan langsung oleh pihak Bank Dunia dari Washington, Amerika Serikat, pada Senin (3/8). Sri Mulyani terpilih setelah melalui proses penyaringan ketat oleh komite pencarian khusus yang beranggotakan perwakilan dari negara-negara penyumbang dana (donor) sekaligus negara-negara peminjam. Pihak Bank Dunia menegaskan bahwa keputusan memilih Sri Mulyani didasari atas rekam jejaknya yang dinilai sebagai salah satu figur paling berpengalaman di bidang pembiayaan pembangunan internasional. Pengalaman panjangnya di kancah domestik dan global dipandang menjadi modal krusial untuk menjembatani kepentingan berbagai pihak dalam proses pengisian dana kali ini.








