berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Ekonomi

Mengenal IDA, Badan Bank Dunia yang Kini Dipimpin Sri Mulyani

Slamet PrabowoDiterbitkan 6 Agu 2026 - 04.32 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Mengenal IDA, Badan Bank Dunia yang Kini Dipimpin Sri Mulyani
Foto/Ilustrasi: CNN Indonesia
A-A+

Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani, resmi ditunjuk oleh Bank Dunia sebagai Ketua Bersama Independen (Independent Co-Chair) untuk proses pengisian kembali pendanaan (replenishment) ke-22 Asosiasi Pembangunan Internasional atau International Development Association (IDA). Penunjukan ini menempatkan tokoh keuangan Indonesia tersebut di garda terdepan dalam merumuskan arah kebijakan bantuan bagi negara-negara miskin di tingkat global. Melalui peran baru ini, Sri Mulyani memikul tanggung jawab besar untuk menggalang komitmen pendanaan serta dukungan kebijakan dari berbagai negara donor dan penerima bantuan guna memperkuat kapasitas finansial IDA22.

Pengumuman resmi mengenai penunjukan ini disampaikan langsung oleh pihak Bank Dunia dari Washington, Amerika Serikat, pada Senin (3/8). Sri Mulyani terpilih setelah melalui proses penyaringan ketat oleh komite pencarian khusus yang beranggotakan perwakilan dari negara-negara penyumbang dana (donor) sekaligus negara-negara peminjam. Pihak Bank Dunia menegaskan bahwa keputusan memilih Sri Mulyani didasari atas rekam jejaknya yang dinilai sebagai salah satu figur paling berpengalaman di bidang pembiayaan pembangunan internasional. Pengalaman panjangnya di kancah domestik dan global dipandang menjadi modal krusial untuk menjembatani kepentingan berbagai pihak dalam proses pengisian dana kali ini.

Dalam menjalankan amanat baru ini, Sri Mulyani tidak bekerja sendirian. Ia akan memimpin jalannya proses pengisian dana IDA22 bersama dengan Paschal Donohoe, yang saat ini menjabat sebagai Managing Director sekaligus Chief Knowledge Officer Grup Bank Dunia. Kolaborasi kedua tokoh ini diharapkan mampu mengoptimalkan negosiasi global guna mengumpulkan sumber daya finansial yang nantinya disalurkan kepada negara-negara yang paling membutuhkan. Fokus utama mereka adalah mendorong penguatan komitmen nyata, baik dari sisi kebijakan pembangunan yang inklusif maupun dari sisi nominal dana yang akan disumbangkan oleh negara-negara maju.

Baca Juga

OMODA dan JAECOO Tambah Dua Dealer Baru di SCBD dan Bekasi

OMODA dan JAECOO Tambah Dua Dealer Baru di SCBD dan Bekasi

Bagi masyarakat umum, nama IDA mungkin tidak sepopuler induk organisasinya, Bank Dunia. Namun, lembaga yang didirikan sejak tahun 1960 ini memegang peran yang sangat vital dalam arsitektur keuangan global. IDA bertindak sebagai salah satu pilar pendanaan terbesar di dunia yang dikhususkan untuk memberantas kemiskinan ekstrem di negara-negara berpendapatan rendah. Bantuan yang disalurkan oleh IDA tidak menggunakan skema komersial biasa, melainkan melalui penyediaan hibah serta pinjaman dengan bunga nol persen atau sangat rendah. Skema ini dirancang agar tidak membebani anggaran negara-negara miskin yang sedang berjuang menata ekonominya.

Hingga saat ini, manfaat dari program-program IDA dirasakan oleh 78 negara di berbagai belahan dunia. Di wilayah-wilayah tersebut, IDA bahkan menjelma sebagai penyedia layanan sosial dasar terbesar, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, hingga penyediaan air bersih dan sanitasi. Melalui intervensi pendanaan ini, negara-negara penerima bantuan didorong untuk menurunkan angka kemiskinan, memacu pertumbuhan ekonomi lokal, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Tanpa adanya dukungan dana murah dari IDA, banyak negara berpendapatan rendah akan kesulitan membiayai program pembangunan dasar mereka.

Salah satu keunikan yang membedakan IDA dari lembaga donor lainnya adalah metode pendekatan pembangunan yang mereka terapkan. Lembaga ini mengedepankan prinsip kepemilikan lokal, di mana negara penerima bantuan ditempatkan sebagai pemimpin utama yang menentukan arah pembangunan mereka sendiri. Pendekatan ini bertujuan agar program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan dan tidak menciptakan ketergantungan jangka panjang. Target akhirnya adalah membantu negara-negara tersebut bertransisi secara bertahap menuju kemandirian pembiayaan, sehingga mereka mampu membiayai pembangunan domestik tanpa perlu bergantung pada utang luar negeri.

Baca Juga

KAI dan INKA Targetkan Perawatan Tujuh Trainset KRL iE305 Rampung 9 Oktober 2026

KAI dan INKA Targetkan Perawatan Tujuh Trainset KRL iE305 Rampung 9 Oktober 2026

Keberhasilan model kerja IDA ini tercermin dari banyaknya negara yang kini telah dinyatakan lulus (graduate) dari status sebagai peminjam. Tercatat ada 35 negara yang dahulu mengandalkan bantuan dana dari IDA, namun sekarang telah berhasil mandiri secara finansial. Beberapa di antaranya bahkan telah bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi baru yang dinamis di tingkat global. Contoh nyata dari keberhasilan transisi ini adalah China, India, Korea Selatan, dan Vietnam. Keberhasilan negara-negara tersebut menjadi bukti nyata bahwa bantuan terstruktur dengan bunga rendah yang dikelola dengan baik mampu mengubah lanskap perekonomian sebuah bangsa secara fundamental.

Tantangan yang dihadapi Sri Mulyani dan Paschal Donohoe dalam putaran IDA22 ini dipastikan tidak mudah, mengingat situasi ekonomi global yang masih diselimuti ketidakpastian. Meskipun demikian, penunjukan representasi dari Indonesia di posisi kunci ini memberikan harapan baru bagi penguatan suara negara-negara berkembang dalam forum pengambilan keputusan internasional. Keberhasilan proses pengisian kembali pendanaan ini nantinya akan sangat menentukan seberapa besar ruang fiskal yang dimiliki IDA untuk membantu negara-negara miskin bertahan dari krisis pangan, perubahan iklim, serta ketimpangan sosial yang terus melebar di tingkat global.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bank DuniaSri MulyaniIDAPaschal DonohoePembangunan Internasional

Berita Terbaru Lainnya

Suahasil Siapkan Anggaran Antisipasi El Nino dalam APBNOMODA dan JAECOO Tambah Dua Dealer Baru di SCBD dan BekasiBapanas Minta 11 Provinsi Cabut Izin 25 Merek Beras Fortifikasi BermasalahKAI dan INKA Targetkan Perawatan Tujuh Trainset KRL iE305 Rampung 9 Oktober 2026AHY Ungkap Masih Ada Lebih dari 7.000 Titik Kawasan Kumuh di IndonesiaPrabowo Larang Keras Pembakaran Hutan dan Lahan!Keputusan Bisnis Selalu Meleset? Kuasai Business Acumen Agar Strategi Lebih TepatIntip ke dalam 'Kos-kosan Barang' di DKI, Sewa Rp320.000-Tembus 7 Juta

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

Olahraga

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

2 Sep 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?Olahraga 路 2 Sep 2026
  5. 5Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap